Toyota Indonesia Ungkap Negosiasi Pikap dengan Agrinas Buntu

CNN Indonesia
Senin, 09 Mar 2026 19:00 WIB
Menurut Toyota, negosiasi pengadaan pikap dengan Agrinas batal karena soal jenis kendaraan dan harga. (CNNIndonesia/Muhammad Ikhsan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Toyota Astra Motor (TAM) mengungkap sempat terjadi perbincangan dengan BUMN Agrinas Pangan Nusantara terkait pengadaan kendaraan Koperasi Merah Putih. Namun negosiasi tak berujung kata sepakat lantaran ada ganjalan utama mengenai harga.

Direktur Pemasaran TAM Jap Ernando Demily menjelaskan dalam proses pembicaraan mereka tidak menemukan titik temu.

Padahal, kata dia, Toyota telah mencoba menyampaikan kendaraan pikap yang saat ini beredar di Indonesia, telah digunakan secara luas oleh masyarakat di berbagai daerah dan sektor usaha.

"Lihat hari ini di industri Indonesia ada Daihatsu Gran Max, kemudian Suzuki Carry lalu ada juga pickup medium itu kayak L300 dan Isuzu Traga dan kebetulan kami punya Toyota Rangga," katanya di Jakarta, akhir pekan kemarin.

"Kalau dilihat seluruh pelosok Indonesia hari ini kan pemakaiannya dan penyebarannya cukup merata dari ujung Aceh sampai Papua, mengangkut berbagai hal termasuk hasil bumi lah nah itu yang pertama. Dan sebenarnya kami coba komunikasikan pickup yang ada itu hari ini digunakan secara cukup luas di seluruh masyarakat Indonesia," ucapnya menambahkan.

Selain soal jenis kendaraan, Toyota juga menekankan pentingnya dukungan layanan purna jual dalam penggunaan kendaraan niaga yang umumnya dipakai sebagai alat kerja.

"Lalu yang kedua yang coba kami komunikasikan adalah orang pembelian mobil terutama pickup itu kan dipakai untuk workhorse, untuk kerja, karena itu kendaraan yang prima ini kan penting sekali layanan aftersales ini penting sekali, ketersediaan spare part ketersediaan bengkel sampai pelosok-pelosok itu penting sekali," kata dia.

Lantas, Ernando melanjutkan perbedaan terkait spesifikasi dan harga menjadi salah satu alasan utama mengapa akhirnya kerja sama tidak berlanjut.

"Dua hal itu yang kita coba komunikasikan sedangkan terkait akhirnya kenapa keputusannya kita enggak bisa fulfill, ya mohon maaf salah satunya contohnya jenis kendaraan, harga, itu kita nggak ketemu," ujarnya.

Saat ditanya soal harga yang diminta dalam negosiasi tersebut, Ernando tidak menyebut angka pasti dan menyarankan agar hal tersebut dikonfirmasi ke pihak Agrinas.

Dalam pengadaan kendaraan untuk Koperasi Merah Putih, Agrinas akhirnya mengimpor secara utuh pikap 4x4 asal India melalui produsen Mahindra dan Tata Motors sebanyak 70 ribu unit, terdiri dari model Scorpio dan Yodha.

Selain itu Tata juga berkontribusi dengan mengimpor truk roda enam Ultra T.7 sebanyak 35 ribu unit.

Dengan demikian nilai pengadaan 105 ribu unit kendaraan komersial dari Agrinas mencapai Rp24,66 triliun.

(ryh/fea)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK