Pemerintah Jamin Harga Pertalite Tak Naik 2026

CNN Indonesia
Selasa, 07 Apr 2026 06:10 WIB
Menurut Menkeu, pemerintah sudah menghitung skenario tak perlu menaikkan harga BBM tahun ini dengan kondisi harga minyak US$100 per barel. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD IQBAL)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi tak akan naik hingga akhir 2026. Hal ini disebut telah disesuaikan berbagai skenario meski harga minyak mentah dunia meningkat akibat perang di Timur Tengah.

Menurut dia pemerintah telah menyiapkan berbagai skenario perhitungan untuk mengantisipasi lonjakan harga minyak global.

"Begitu harga minyak naik ke level yang tinggi, kami di kementerian langsung exercise untuk masing-masing harga," kata Purbaya dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/4).

Kemenkeu disebut telah menghitung skenario jika harga minyak mencapai US$80, US$90, bahkan hingga US$100 per barel. Hitungannya berdasarkan rata-rata harga minyak dalam periode tertentu, bukan pergerakan harian.

Pemerintah juga menyiapkan asumsi harga rata-rata minyak mentah dunia sebesar US$100 sepanjang 2026. Dengan skenario tersebut, Purbaya menyatakan defisit APBN tetap bisa dijaga di bawah 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), tepatnya sekitar 2,92 persen.

Di sisi lain, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, asumsi Indonesia Crude Price (ICP) yang ditetapkan pemerintah sebesar US$70 per barel.

"Jadi sepanjang tahun ini dengan harga rata-rata (minyak mentah dunia) US$100 aman," ujar Purbaya.

Ia menegaskan APBN siap menjadi bantalan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir atas kenaikan BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar.

Apalagi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia telah menjanjikan tambahan pendapatan dari kenaikan harga batu bara di pasar dunia yang berpotensi meningkatkan APBN.

"Jadi masyarakat enggak usah khawatir, kita sudah hitung dengan exercise seperti itu," ucap Purbaya.

Purbaya melanjutkan pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM subsidi hingga akhir tahun.

"Kami siap tidak menaikkan sampai akhir tahun untuk BBM subsidi dengan asumsi harga minyak US$100 per barel sampai akhir tahun sudah dihitung. Jadi masyarakat tidak usah ribut, tidak usah takut. Kita sudah hitung," kata dia.

(ryh/fea)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK