Melihat Mobil Listrik BYD Dicas Kilat Mirip HP, Bisa Secepat Isi BBM?

CNN Indonesia
Jumat, 10 Apr 2026 21:00 WIB
Sebuah video di media sosial memperlihatkan proses pengecasan mobil listrik BYD seperti pengisian turbo pada ponsel.
Sebuah video di media sosial memperlihatkan proses pengecasan mobil listrik BYD seperti pengisian turbo pada ponsel. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebuah video beredar di media sosial menunjukkan seorang pria melakukan pengisian daya cepat mobil listrik BYD secara super cepat. Keterangan pada panel dasbor mobil itu menunjukkan daya meningkat dari 11 persen menjadi 13 persen hanya dalam hitungan detik, mirip proses pengisian daya turbo pada smartphone.

"Baterai ponsel saya mengisi daya seperti ini," kata salah seorang di kolom komentar.

"Hal ini bisa mengubah perilaku pengguna sepenuhnya jika (pengisian baterai cepat semacam ini) lebih mudah diakses secara luas," ujar akun lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal ini seolah membuka masa depan soal pengisian baterai yang bisa secepat mengisi bahan bakar minyak di mobil konvensional.

Teknologi pengisian daya ngebut seperti ini sebelumnya telah dikenalkan BYD di baterai Blade generasi kedua pada Maret lalu. Teknologi terbaru ini mendukung pengisian daya luar biasa cepat, dari 10 persen hingga 70 persen State of Charge (SOC) hanya dalam waktu 5 menit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Alhasil, rekor dunia baru kecepatan pengisian daya berhasil dicetak BYD berkat inovasi teknologi baterai Blade.

Terobosan ini dihadirkan sebagai jawaban dari kekhawatiran konsumen terhadap jarak tempuh (range anxiety). Pengguna mobil listrik masih dihadapkan masalah antrean panjang di stasiun pengisian daya dan penurunan kecepatan pengecasan di musim dingin.

Chairman dan President BYD Wang Chuanfu saat pengenalan mengatakan industri perlu menjawab dua tantangan, khususnya terkait kecepatan pengisian daya yang belum optimal serta performa pengisian menurun pada suhu rendah.

[Gambas:Instagram]

Baterai Blade BYD generasi kedua berusaha mengatasi dua masalah tadi lewat peningkatan energi sebesar 5 persen dan durasi pengecasan lebih cepat. Hasilnya, peningkatan kecepatan pengecasan sekaligus ketahanan performa pengecasan di suhu ekstrem.

Dalam suhu hingga minus 30 derajat Celcius, lama pengisian daya dari 20 persen hingga 97 persen hanya bertambah 3 menit dibandingkan kondisi suhu ruang normal.

Dari sisi keselamatan, baterai Blade generasi kedua sudah lulus berbagai uji coba resmi dengan hasil di atas standar nasional China.

Selain itu, BYD juga tengah memperkuat infrastruktur pengecasan turbo untuk mendukung ekosistem baterai Blade generasi kedua. Pada akhir 2026, perusahaan menargetkan pembangunan 20 ribu stasiun Flash Charging di berbagai wilayah China dan akan berangsur-angsur diperluas secara global.

(iqb/fea) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]