Guru Honorer di Kuningan Bingung Tercatat Beli Ferrari Rp4, 2 Miliar

CNN Indonesia
Jumat, 17 Apr 2026 07:45 WIB
Guru honorer Rizal Nurdimansyah telah melaporkan kasus pencatutan identitas ini ke kepolisian, dia merasa tak pernah melakukan pembelian Ferrari.
Guru honorer Rizal Nurdimansyah telah melaporkan kasus pencatutan identitas ini ke kepolisian, dia merasa tak pernah melakukan pembelian Ferrari. (Ferrari)
Jakarta, CNN Indonesia --

Rizal Nurdimansyah (39), guru honorer di Kuningan, Jawa Barat kebingungan lantaran namanya tercatat memiliki supercar Ferrari 458 Speciale Aperta senilai Rp4,2 miliar. Dia merasa tak pernah membelinya lantas melaporkan kasus ini ke kepolisian.

Berdasarkan penjelasan Rizal, awalnya dia mendapat kabar pada 13 April 2026 dari rekannya di perangkat desa yang menunjukkan data bahwa dia memiliki mobil Ferrari. Rizal mengaku ragu soal informasi itu, tetapi setelah dicek ke Samsat menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) keesokan harinya ternyata benar.

"Hasilnya ternyata benar, ada tiga kendaraan, dua mobil dan satu motor. Salah satunya Ferrari, itu bukan milik saya," ujar dia diberitakan Antara, Kamis (16/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rizal lantas menceritakan bahwa pada 2 April 2026 sempat menerima panggilan telepon dari nomor tak dikenal. Penelepon ingin meminjam data pribadinya dengan alasan pembelian mobil atasannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rizal bilang permintaan itu ditolak, kemudian penelepon menghubungi lagi beberapa menit kemudian dengan berniat memberi imbalan Rp5 juta.

"Kronologinya, awalnya waktu tanggal 2 April tuh ada yang menelepon, ngakunya dari Ciawigebang, mau pinjam data kayak KTP. Katanya mau ada pembelian mobil dari bosnya gitu," ucap Rizal, dikutip detikJabar, Kamis (16/4).

"Nah, ketika itu tanggal 2 April-nya juga lagi, 14 menit selang itu, ditelepon lagi, nanti dikasih iming-iming uang Rp 5 juta. Tapi saya tetap tolak," tutur dia lagi.

Rizal bilang profesinya sebagai guru honorer tak mungkin membeli Ferrari. Dia juga menyatakan tak pernah membuat surat pernyataan atau memberi data pribadi untuk transaksi pembelian Ferrari.

Dia khawatir hal ini bakal membuatnya bermasalah hukum di masa depan jadi dia melaporkan kasus pencatutan identitas ini ke kepolisian.

"Iya, pas itu kaget. Saya kan cuma guru honorer di SMP. Jadi buat laporan ke kepolisian. Supaya sayanya perlindungan diri, takutnya harus membayar apa, membayar pembelian mobil begitu takutnya. Kalau sudah lapor kan saya tidak bertanggung jawab gitu," tutur Rizal.

Rizal juga telah melakukan pemblokiran kepemilikan atas Ferrari tersebut atas saran pihak Samsat.

"Pelapor sudah datang dan membuat laporan, selanjutnya kami akan lakukan proses penyelidikan," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kuningan Iptu Abdul Aziz.

(fea/fea) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]