Hyundai Palisade Recall Global Imbas Insiden Fatal, Bagaimana di RI?
Hyundai mengeluarkan pengumuman recall atau penarikan kembali untuk SUV Palisade dan Palisade Hybrid tahun 2026 secara global setelah insiden anak meninggal dunia usai terjepit kursi baris ketiga elektrik.
Consumer Reports menemukan tiga laporan dalam database National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) terkait masalah serupa pada kursi otomatis, termasuk dua kasus yang telah menyebabkan cedera. Varian Calligraphy dan Limited termasuk dalam recall ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut perusahaan, masalah tersebut dapat diatasi melalui pembaruan perangkat lunak. Di sisi lain, merek asal Korea Selatan ini sempat menghentikan penjualan (stop sale) untuk mencegah dealer memasarkan kendaraan yang belum diperbaharui.
Namun kendaraan yang sudah menerima pembaruan perangkat lunak, kini telah dijual kembali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu Kia juga mengumumkan recall serupa untuk beberapa unit Telluride Hybrid tahun 2027 varian SX Prestige dan X-Line SX Prestige dengan paket Executive. Karena model ini masih baru, jumlah kendaraan yang terdampak jauh lebih sedikit, hanya 568 unit SUV.
Pemilik Palisade kini dapat mengunduh pembaruan perangkat lunak secara gratis melalui over-the-air (OTA). Hyundai bilang pembaruan ini akan meningkatkan cara sistem kursi mengenali penumpang dan objek. Selain itu pembaruan akan:
• Mengharuskan pintu bagasi terbuka untuk menggunakan fitur pelipatan kursi (fold-flat).
• Menonaktifkan kontrol pelipatan kursi melalui layar infotainment.
• Mengharuskan pengguna menekan dan menahan tombol saat melipat kursi dari area kursi maupun bagasi.
Lihat Juga : |
Selain itu, penumpang harus menekan dan menahan fungsi walk-in (miring) di baris kedua untuk mengakses baris ketiga, dengan mekanisme satu sentuhan serta operasi tekan-dan-tahan pada pengatur sandaran kursi saat kembali ke posisi semula.
Pembaruan gratis ini dapat diunduh dan dipasang tanpa perlu ke dealer selama pemilik langganan Bluelink. Tanpa berlangganan, pembaruan harus dilakukan di dealer.
Hyundai juga mengimbau pemilik untuk memastikan tidak ada orang atau benda di area kursi saat mengoperasikan kursi elektrik, serta berhati-hati agar tidak menekan tombol yang mengaktifkan fitur tilt-and-slide satu sentuhan yang digunakan untuk akses ke baris ketiga.
Saat pertama kali diluncurkan, varian Palisade Calligraphy dan Limited memiliki berbagai cara untuk mengontrol kursi baris kedua dan ketiga elektrik, termasuk melalui tombol di area bagasi, di kursi baris kedua, serta melalui layar utama kendaraan.
Pengaturan ini dapat melipat kursi baris kedua atau ketiga, maupun keseluruhan agar rata dengan lantai. Fitur ini memungkinkan mobil memiliki bagasi lebih besar sehingga dapat memaksimalkan barang bawaan.
Setidaknya ada tiga insiden sejak November 2025 di mana kursi elektrik bergerak tanpa diduga dan membahayakan penumpang. Dua di antaranya menyebabkan cedera.
"Seorang penumpang duduk di kursi tengah sisi penumpang, dan tombol pelipatan kursi tidak sengaja tersenggol saat ia mencoba duduk dan mengenakan sabuk pengaman," tulis salah satu laporan dari Desember 2025.
"Kursi mulai bergerak dan melipat ke depan, menjepit penumpang antara kursi yang didudukinya dan bagian belakang kursi depan. Insiden ini melukai penumpang dan membuatnya sangat ketakutan. Jika pintu terkunci, penumpang bisa saja tidak dapat diselamatkan dan mengalami cedera lebih parah."
Keluhan lain dari Desember 2025 menyebut seorang penumpang terluka setelah terjepit antara kursi baris kedua yang terlipat dan rangka pintu saat keluar dari kendaraan. Perwakilan dealer mengatakan tidak ada sensor yang menghentikan kursi saat dilipat otomatis atau bergeser meski terdapat objek pada jok.
Secara terpisah, Chief Operating Officer Hyundai Motor Indonesia (HMID) Fransiscus Soerjopranoto memastikan kasus yang sama tak terjadi di Indonesia. Ia juga memastikan Palisade anyar yang dijual di Tanah Air tak terlibat masalah, sehingga opsi recall belum diambil sejauh ini.
"Aman (unit Palisade)," kata Soerjopranoto melalui pesan singkat.
(ryh/dmi) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]

