Rupiah Lesu, Harga Daihatsu Ditahan
PT Astra Daihatsu Motor belum ada rencana untuk menaikkan harga jual mobilnya seiring dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Menurut Sri Agung Handayani Marketing Director dan Corporate Communication Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM) meski ada komponen impor yang berdenominasi dolar AS sehingga fluktuasi kurs berpotensi memengaruhi biaya investasi perusahaan, namun pihaknya masih bisa menahan harga jual mobil-mobil Daihatsu.
"Pergerakan fluktuasi ini pastinya harus ada penyesuaian ya. Penyesuaian dalam artian kita lokalisasi di Daihatsu, di ADM (Astra Daihatsu Motor) itu sudah lebih dari 80% tapi tetap ada beberapa komponen yang memang import ya. Pastinya butuh penyesuaian," kata Sri Agung Handayani dalam Konferensi Pers Daihatsu Campaign 2026 di AI DSO Astra Biz Centre, BSD Tangerang, Rabu (20/5).
"Saat ini tidak ada kenaikan harga Daihatsu. Selama empat bulan sejauh ini lima bulan tidak ada kenaikan harga," imbuh Agung.
Agung menegaskan pihaknya menerapkan sejumlah strategi untuk mengantisipasi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, di antaranya efisiensi internal.
"Tapi keberlanjutan industri ini mesti jalan. Jadi kita restructure biaya dan melakukan efisiensi di manufacturing kita," ucap Sri.
Selanjutnya, ADM juga memaksimalkan pemasok lokal untuk menekan ketergantungan terhadap komponen impor. Ia juga meyakini strategi tersebut juga dilakukan banyak perusahaan otomotif di Indonesia.
Namun suplai komponen sudah dirasakan banyak perusahaan di tengah konflik geolpolitik saat ini, dan tidak hanya Daihatsu.
"Kita ada pembahasan juga dengan total supply chain kita untuk mencari solusi dalam pengembangan lokalisasi dari beberapa komponen. Saya rasa depresiasi ini berdampak bukan hanya pada pabrik Daihatsu. Ini akan terjadi pada seluruh industri yang ada di Indonesia. Maka saya yakin akan ada penyesuaian," ucapnya kemudian.
Saat ini, pihak Daihatsu fokus menyiapkan strategi pengembangan komponen di Indonesia untuk jangka waktu panjang sebagai cara menghindari ketergantungan komponen impor.
(tim/mik)