Vinfast Kooperatif, Siap Buka Data terkait Kecelakaan Kereta di Bekasi

CNN Indonesia
Kamis, 21 Mei 2026 14:30 WIB
VinFast Indonesia masih menunggu hasil investigasi pihak berwenang mengenai kecelakaan kereta api yang melibatkan taksi Green SM di wilayah Bekasi, Jawa Barat, pada 27 April 2026. Arsip VinFast
Jakarta, CNN Indonesia --

VinFast Indonesia masih menunggu hasil investigasi pihak berwenang mengenai kecelakaan kereta api yang melibatkan taksi Green SM di wilayah Bekasi, Jawa Barat, pada 27 April 2026. Dalam insiden ini belasan orang meninggal dan puluhan lainnya terluka.

CEO VinFast Indonesia Kariyanto Hardjosoemarto menyampaikan pada prinsipnya perusahaan mendukung proses investigasi untuk memperoleh hasil maksimal. Pihaknya juga bersedia membantu dengan membuka data jika diperlukan.

"Pada prinsipnya tentu kami bersimpati, berduka cita mendalam atas kejadian tersebut. Saat ini prosesnya masih dalam tahap investigasi oleh pihak berwenang, KNKT, kepolisian, dan beberapa instansi terkait," kata CEO VinFast Indonesia Kariyanto Hardjosoemarto di Jakarta, melansir Antara, Kamis (21/5).

Ia mengatakan perusahaan mendukung proses penyelidikan yang sedang dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), kepolisian, dan instansi terkait lain.

Dalam hal ini, menurut dia, VinFast berusaha kooperatif dengan memberikan dukungan data yang diperlukan oleh pihak berwenang.

"Green SM merupakan sister company atau taksi operator, customer kami juga. Tapi kami selaku brand holder, pemilik produk, tentu berkolaborasi, kita suppor tsemua penyelidikan yang ada dengan memberikan seluruh data yang kami miliki," katanya.

"Hasil akhirnya seperti apa? Nanti tentu itu statement akan diberikan oleh pihak yang terkait, dalam hal ini KNKT," ia menambahkan.

Green SM bagian dari ekosistem VinFast di Indonesia, yang mencakup VinFast Automobile selaku pengelola pabrik di Subang, VinFast Trading Indonesia selaku pengelola distribusi kendaraan, dan VGreen Indonesia yang menangani infrastruktur pengisian daya.

"Green SM Indonesia itu perusahaan taksi terpisah, ada CEO-nya sendiri, ada perusahaannya sendiri. Jadi bagi kami Green SM itu adalah customer yang membeli kendaraan dari kami. Jadi itu merupakan entitas terpisah," kata Kariyanto.

Ia menambahkan fokus utama VinFast saat ini tetap pada peningkatan pengalaman pelanggan melalui layanan penjualan dan purnajual, termasuk pelaksanaan program-program untuk meningkatkan penerimaan kendaraan listrik VinFast di Indonesia.

(ryh/mik)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK