Pabrik di Subang Kebakaran Sebelum Beroperasi, BYD Buka Suara

CNN Indonesia
Jumat, 05 Jun 2026 14:03 WIB
Menurut BYD Motor Indonesia insiden itu 'kebakaran kecil', terjadi di salah satu bangunan yang masih tahap konstruksi. (CNNIndonesia/Febri Ardani)
Jakarta, CNN Indonesia --

BYD Motor Indonesia buka suara menyusul informasi kebakaran yang melanda pabrik mereka di Subang, Jawa Barat. Narasi yang beredar di media sosial insiden ini dipicu puntung rokok.

Dalam konfirmasinya, pihak BYD mengamini insiden itu, yang disebut mereka sebagai kebakaran kecil. Menurut perusahaan kejadian tersebut terjadi di salah satu bangunan yang masih tahap konstruksi.

"Insiden tersebut berupa kebakaran kecil yang terjadi pada bagian atap bangunan dan menyebabkan munculnya asap," ujar Head of Marketing PR and Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan melansir detik, Jumat (5/6).

Bagi dia BYD masih menyelidiki penyebab kebakaran. Insiden ini juga diklaim tak sampai menimbulkan korban jiwa.

"Situasi telah berhasil dikendalikan dalam waktu singkat dan tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Penyebab insiden masih dalam proses investigasi. Sementara itu, kami telah menginstruksikan kontraktor untuk semakin memperkuat penerapan protokol dan standar keselamatan di seluruh area proyek," ucap Luther.

Sebelumnya ramai di media sosial mengenai rekaman video dengan narasi pabrik BYD di Subang terbakar.

Dalam rekaman video terlihat sebuah bangunan yang belum sepenuhnya jadi mengeluarkan asap pekat berwarna hitam. Video diduga diambil dari gedung lain yang lebih tinggi.

"Diduga akibat puntung rokok, pabrik BYD Subang dilaporkan terbakar. Sejumlah pekerja berhamburan selamatkan diri," tulis akun tersebut di Instagram.

BYD sebelumnya mengungkap pembangunan pabrik perakitan kendaraan mereka di Subang, Jawa Barat, sudah memasuki tahap akhir.

Pabrik dengan nilai investasi Rp11,2 triliun tersebut sempat dijanjikan beroperasi pada kuartal pertama 2026, namun hingga kini belum juga terjadi.

Fasilitas tersebut ditargetkan segera beroperasi dan diklaim mampu menyerap hingga 3 ribu tenaga kerja.

(ryh/fea)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK