Toyota Bikin Paten Transmisi Manual Buat Mobil Listrik

CNN Indonesia
Selasa, 09 Jun 2026 13:40 WIB
Paten transmisi manual buat mobil listrik ini memberi efek mirip asli, bisa mogok bila salah angkat kopling atau pilih gigi. (Toyota Astra Motor)
Jakarta, CNN Indonesia --

Toyota mematenkan sistem transmisi manual tiruan untuk mobil listrik, lengkap dengan pedal kopling dan tuas persneling. Uniknya, transmisi ini dirancang bisa bikin mobil listrik "mogok" seperti mobil bermesin bensin walau sebenarnya tak punya girboks sungguhan.

Kemunculan paten ini awalnya ditemukan Carbuzz di kantor paten Amerika Serikat (USPTO). Dalam dokumennya, Toyota menggambarkan sistem yang meniru pengalaman mengemudi mobil manual sedetail mungkin.

Salah injak kopling atau salah pilih gigi maka mobil bisa langsung "mati".

"Mogok" di sini berarti motor listrik tiba-tiba memutus seluruh torsi sekaligus mengaktifkan rem, sehingga muncul hentakan persis mobil bensin yang mesinnya mati. Mobil juga bisa mundur saat berhenti di tanjakan jika pengemudi kurang cekatan.

Secara teknis, sistem ini punya komponen virtual yang meniru cara kerja kopling, ditambah penghitung yang menentukan gigi dan putaran mesin (rpm) seandainya mobil itu memakai mesin bensin. Lengkap pula dengan suara mesin sintetis.

Mengutip penjelasan Carscoops, sistem ini juga bisa menilai tingkat kemahiran orang di balik kemudi, lalu menyesuaikan bantuannya.

Pengemudi pemula otomatis mendapat fitur penahan di tanjakan (hill-hold), sementara yang dianggap mahir dibiarkan mengandalkan kemampuan sendiri buat mengatasi tanjakan. Ada pula mode launch control untuk akselerasi awal yang lebih agresif.

Ide ini sebenarnya bukan barang baru bagi Toyota. Sebelumnya perusahaan sudah menggarap konsep transmisi manual simulasi untuk mobil listrik selama beberapa tahun, dan prototipenya pernah dijajal pada Lexus UX300e pada 2022.

Terganjal Aturan SIM

Meski terdengar bisa diterapkan di mobil listrik, transmisi manual bisa jadi terganjal regulasi.

Insinyur Lexus Yasuyuki Terada mengatakan kepada media Australia, Drive, bahwa sejumlah negara belum punya aturan yang jelas terkait penerapannya. Di Inggris dan Jepang, misalnya, pemegang SIM transmisi otomatis tidak boleh mengemudikan mobil manual.

Persoalannya, "manual palsu" ini bisa dinyalakan dan dimatikan sesuka hati. Terada pun mempertanyakan, jenis SIM mana yang sebenarnya berlaku untuk mobil seperti itu.

Karena semuanya berbasis perangkat lunak, ongkos pengembangannya relatif murah dan tak banyak menambah biaya produksi. Kendati begitu, perlu dicatat bahwa pengajuan paten tidak menjamin teknologi tersebut bakal benar-benar dipakai di mobil produksi.

(fea)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK