Muncul PHEV China, Auto2000 Sebut Keunggulan Mobil Hybrid Toyota

CNN Indonesia
Rabu, 10 Jun 2026 20:30 WIB
Menurut Auto2000 persaingan bukan cuma soal produk dan harga jual.
Menurut Auto2000 persaingan bukan cuma soal produk dan harga jual. (CNNIndonesia/Rayhand Purnama)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah produsen mobil asal China mulai meramaikan pasar kendaraan elektrifikasi dengan menghadirkan model plug-in hybrid electric vehicle (PHEV). Kehadiran produk-produk mereka dinilai berpotensi menjadi pesaing mobil hybrid konvensional yang saat ini sudah lebih dulu dipasarkan berbagai merek Jepang, termasuk Toyota.

Chief Executive Auto2000 Anton Jimmi Suwandy menilai kehadiran model anyar pada segmen PHEV ke pasar nasional memiliki sisi positif karena dapat memperluas pilihan konsumen sekaligus mempercepat adopsi kendaraan elektrifikasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk saat ini calon rival terdekat Toyota Veloz Hybrid asal China adalah BYD M6 PHEV yang belum lama diperkenalkan di Indonesia. Sejauh ini belum ada harga resmi yang diungkapkan, meski diproyeksi bakal dijual Rp300 jutaan.

"Ya pertama dari sisi dealer saya rasa ada positif, tapi ada juga challenge. Positifnya adalah berarti kan pilihan hybridnya makin banyak," kata Anton pekan lalu di PIK.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dia, tren kendaraan hybrid memang terus meningkat, namun belum seluruh konsumen beralih dari mobil bermesin pembakaran internal atau internal combustion engine (ICE).

Anton bilang kondisi tersebut juga terjadi di jaringan dealer Toyota. Ia mengaku masih banyak konsumen yang belum tertarik beralih ke teknologi hybrid meski sudah ditawarkan.

Maka dari itu semakin banyak pilihan kendaraan elektrifikasi justru dapat meningkatkan pertimbangan konsumen terhadap teknologi tersebut.

"Jadi mempercepat elektrifikasi lagi," ucap Anton.

Meski demikian, Anton tak menampik persaingan bakal semakin ketat seiring bertambahnya pemain baru di segmen hybrid dan PHEV. Ia juga tetap percaya diri dengan posisi Toyota di segmen hybrid karena memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan teknologi hybrid secara global.

"Jadi kita juga masih melihat, masih menunggu kira-kira seperti apa," kata dia.

Menurut dia persaingan di industri otomotif tidak hanya ditentukan kualitas produk dan harga jual. Ada sejumlah faktor yang menjadi pertimbangan konsumen.

"Kompetisi otomotif kan tidak hanya masalah produknya. Ini adalah masalah kesiapan dari dealernya, kesiapan dari aftersales-nya, kesiapan dari spare partsnya, hingga mobil bekasnya," ujarnya.

Anton melanjutkan Auto2000 akan bekerja lebih keras untuk menjelaskan kepada konsumen mengenai perbedaan produk serta keunggulan layanan yang ditawarkan Toyota.

Selain itu ia menilai konsumen tidak melulu mencari kendaraan hanya mempertimbangkan harga termurah. Menurut dia, keputusan pembelian mobil umumnya karena nilai yang bakal diperoleh selama masa kepemilikan.

Ia memberi contoh hasil diskusinya dengan salah satu pelanggan fleet beberapa hari lalu. Menurut dia, salah satu keunggulan yang masih diakui konsumen terhadap merek Jepang seperti Toyota adalah nilai jual kembali.

Kata Anton nilai jual kembali yang tinggi mampu terbentuk karena kehadiran Toyota selama puluhan tahun di Indonesia.

"Karena resale value ini datang dari puluhan tahun Toyota ada di Indonesia, mobilnya ada di pasar, dan kalau dijual juga cepat, harganya juga cukup baik," kata dia.

(fea/ryh/fea) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]