LCGC Makin Tertekan
Penjualan mobil nasional menunjukkan tren positif pada Januari hingga Mei 2026. Hampir seluruh segmen kendaraan mengalami kenaikan distribusi dari pabrik ke dealer (wholesales), kecuali mobil harga terjangkau dan ramah lingkungan (Low Cost Green Car/LCGC).
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), wholesales mobil nasional pada lima bulan awal 2026 mencapai 359.015 unit. Angka itu naik 12,8 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Menurut data Gaikindo, kenaikan pasar pada 2026 ini mayoritas ditopang oleh segmen elektrifikasi. Sedangkan LCGC menjadi segmen mobil paling tidak beruntung di sepanjang lima bulan berjalan pada tahun ini.
Masih dalam data Gaikindo, distribusi mobil hybrid terekam mencapai 34.151 unit pada Januari-Mei 2026 atau naik 49,7 persen. Kemudian mobil PHEV tumbuh 416,1 persen menjadi 2.601 unit, sementara mobil listrik murni mengalami kenaikan angka distribusi 80 persen menjadi 57.087 unit.
Untuk distribusi mobil penumpang dan komersial naik tipis pada Januari-Mei 2026 dibanding Januari Mei 2025, yaitu 7,6 persen menjadi 219.121 unit.
LCGC menjadi satu-satunya segmen mobil yang mengalami penyusutan pasar pada periode tersebut.
Selama Januari-Mei 2026, distribusi LCGC turun 22,9 persen menjadi 46.055 unit. Sedangkan distribusi LCGC periode lima bulan pertama 2025 mencapai 59.747 unit.
Dari lima bulan tersebut, LCGC Toyota Calya menjadi model terlaris yang diikuti Daihatsu Sigra dan Honda Brio Satya. Untuk si kembar Toyota Agua dan Daihatsu Ayla bertengger pada posisi dua terbawah.
Wholesales LCGC Januari-Mei 2026
Toyota Calya 13.543 unit
Daihatsu Sigra 11.885 unit
Honda Brio Satya 10.844 unit
Toyota Agya 6.173 unit
Daihatsu Ayla 3.610 unit.