TIPS OTOMOTIF

Cara Hemat Baterai Mobil Listrik Saat Road Trip

CNN Indonesia
Jumat, 26 Jun 2026 13:06 WIB
Mobil listrik semakin beragam untuk diajak road trip karena menawarkan biaya operasional yang lebih hemat.
Mobil listrik semakin beragam untuk diajak road trip karena menawarkan biaya operasional yang lebih hemat. CNNIndonesia/Febri Ardani
Jakarta, CNN Indonesia --

Mobil listrik semakin beragam untuk diajak road trip karena menawarkan biaya operasional yang lebih hemat. Selain menentukan rute dan lokasi tujuan, pengemudi juga perlu memahami cara mengelola konsumsi energi agar baterai tidak cepat terkuras selama perjalanan.

Baterai menjadi komponen utama yang menentukan seberapa jauh mobil listrik dapat bergerak. Karena itu, kebiasaan berkendara hingga pemanfaatan fitur kendaraan berpengaruh besar terhadap jarak tempuh yang dapat dicapai.

Berikut cara yang dapat dilakukan untuk menghemat baterai mobil listrik:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Gunakan mode berkendara ekonomis

Hampir seluruh mobil listrik modern dibekali mode berkendara Eco yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi energi. Saat mode ini diaktifkan, respons pedal akselerator menjadi lebih halus, penggunaan tenaga dibatasi secara lebih efisien, dan sistem pendingin kabin bekerja lebih hemat energi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski demikian, tenaga maksimal kendaraan tetap tersedia saat diperlukan, misalnya ketika harus menyalip. Mode Eco disarankan menjadi pilihan utama, terutama ketika melintasi jalan tol atau ruas jalan panjang dengan kecepatan yang relatif konstan.

2. Maksimalkan pengereman regeneratif

Mobil listrik memiliki sistem regenerative braking yang memungkinkan energi saat kendaraan melambat dikonversi kembali menjadi listrik untuk mengisi baterai.

Pengemudi dapat memanfaatkan teknologi ini dengan mengurangi penggunaan rem konvensional dan membiarkan kendaraan melambat melalui pelepasan pedal akselerator.

Teknik yang dikenal sebagai one-pedal driving tersebut dinilai mampu meningkatkan efisiensi energi, terutama saat menghadapi lalu lintas padat, lampu merah, maupun jalan menurun.
Semakin banyak energi yang diregenerasi, semakin besar pula daya yang kembali tersimpan di baterai.

3. Bijak mengatur suhu kabin

Selain motor penggerak, sistem pendingin kabin menjadi salah satu komponen yang paling banyak mengonsumsi energi pada mobil listrik.
Penggunaan AC secara berlebihan dapat memengaruhi jarak tempuh kendaraan.

Pengemudi disarankan mengatur suhu kabin pada kisaran 24-25 derajat Celcius dan memanfaatkan mode resirkulasi udara agar sistem pendingin bekerja lebih efisien.

4. Jaga kecepatan tetap stabil

Kecepatan berkendara memiliki pengaruh besar terhadap konsumsi energi baterai.
Semakin tinggi kecepatan, hambatan udara yang harus dilawan kendaraan juga meningkat sehingga kebutuhan daya bertambah.

Karena itu, menjaga kecepatan tetap stabil dan menghindari akselerasi maupun deselerasi mendadak dapat membantu memperpanjang jarak tempuh.

Fitur cruise control juga dapat dimanfaatkan untuk menjaga kecepatan konstan selama perjalanan.

5. Rencanakan rute dengan matang

Perencanaan rute menjadi faktor penting saat melakukan perjalanan jauh menggunakan mobil listrik.

Memilih jalur yang lebih landai, minim kemacetan, dan memiliki akses ke stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) dapat membantu mengoptimalkan penggunaan baterai.

Saat ini sejumlah aplikasi navigasi juga telah menyediakan fitur khusus kendaraan listrik yang dapat memperhitungkan topografi jalan, kondisi lalu lintas hingga lokasi titik pengisian daya.

Pengguna disarankan mulai mencari lokasi pengisian saat kapasitas baterai berada di kisaran 20-30 persen.

6. Manfaatkan pengisian cepat secara efisien

Untuk pengguna mobil listrik yang dapat diisi memakai pengisian cepat, kita dapat memanfaatkannya. Rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk mengisi baterai dengan sistem fast charging bervariasi, tapi berkisar 20-30 menit dari 30-80 persen.

Waktu tersebut dapat dimanfaatkan pengemudi untuk beristirahat, atau makan.

7. Pastikan kondisi kendaraan prima

Persiapan kendaraan sebelum berangkat juga memengaruhi efisiensi baterai selama perjalanan. Tekanan ban yang kurang dari rekomendasi pabrikan dapat meningkatkan hambatan gulir dan membuat konsumsi energi bertambah hingga 3-5 persen.

Selain itu, beban kendaraan yang terlalu berat juga akan membuat baterai bekerja lebih keras.

Karena itu, pengemudi disarankan memeriksa tekanan ban, memastikan sistem pendingin baterai berfungsi normal, mengurangi barang bawaan yang tidak diperlukan, serta menjaga kondisi eksterior kendaraan agar hambatan aerodinamika tetap optimal, demikian melansir situs Wuling Indonesia.

(ryh/mik) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]