Purbaya Buka Suara Insentif EV Kembali Ditunda ke Agustus

CNN Indonesia
Senin, 29 Jun 2026 17:30 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara mengenai kabar penundaan diterapkannya insentif untuk kendaraan listrik selama sebulan menjadi Agustus 2026.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara mengenai kabar penundaan diterapkannya insentif untuk kendaraan listrik selama sebulan menjadi Agustus 2026. CNNIndonesia/Iqbhal
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara mengenai kabar penundaan diterapkannya insentif untuk kendaraan listrik selama sebulan menjadi Agustus 2026. Ini berarti penundaan berlangsung dua kali, sebab sebelumnya kebijakan ini rencananya berlaku Juni lalu diundur sebulan ke Juli.

Untuk penundaan ke Agustus, pemerintah mengumumkannya melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Menurut Airlangga insentif kendaraan listrik masih dikaji dan kemungkinan implementasinya diundur Agustus mendatang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menjawab kabar itu Purbaya menuturkan Airlangga belum menyampaikan perihal mundurnya implementasi kebijakan ini.

"Mungkin persiapannya belum cukup. Dia (Menko) belum bicara sama saya, saya ingat saya sih waktu itu ditunda satu bulan. Mungkin perlu satu bulan lagi," kata Purbaya melansir CNBC Indonesia, Senin (29/6).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Purbaya menegaskan dirinya akan berkomunikasi dengan Airlangga perihal mundurnya implementasi kebijakan ini.

Belum lama ini Purbaya mengatakan pemerintah saat ini masih melakukan perhitungan terkait bentuk dan besaran insentif yang akan diberikan.

Pernyataan tersebut sekaligus menjawab spekulasi mengenai implementasi insentif karena sebelumnya diproyeksikan berlaku Juli 2026, usai mengalami penundaan di Juni.

Menurut Purbaya, keputusan akhir terkait program tersebut masih menunggu arahan Presiden Prabowo Subianto. Meski Presiden telah meminta agar insentif kendaraan listrik dipertimbangkan, pemerintah masih menyelesaikan proses evaluasi dan penghitungan.

"Tapi nanti kita nunggu arahan presiden. Walaupun presiden telah memberi arahan untuk mempertimbangkan itu, kami sudah hitung dan tunggu keputusannya seperti apa," ujarnya.

Pada awal Mei 2026, Purbaya mengungkapkan pemerintah telah menyiapkan insentif untuk 200 ribu kendaraan listrik. Jumlah tersebut terdiri dari 100 ribu unit mobil listrik dan 100 ribu unit sepeda motor listrik.

Pemerintah juga membuka kemungkinan penambahan kuota apabila permintaan masyarakat melampaui target yang telah ditetapkan.

Saat itu program insentif ditargetkan berjalan pada Juni 2026 sebagai salah satu upaya mendorong konsumsi masyarakat pada triwulan III dan IV tahun ini, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak.

Terkait skema bantuan yang disiapkan, pemerintah sebelumnya merancang diskon pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) untuk mobil listrik sebesar 40 persen hingga 100 persen.

Besaran PPN DTP tersebut akan ditentukan berdasarkan kandungan nikel pada baterai kendaraan listrik yang dipasarkan di Indonesia.

Sementara itu untuk sepeda motor listrik, pemerintah menyiapkan subsidi sebesar Rp5 juta untuk pembelian satu unit motor listrik baru.

(ryh/mik) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]