Gaikindo Akui Insentif Mobil Listrik Saja Tak Cukup Dongkrak Penjualan

CNN Indonesia
Selasa, 30 Jun 2026 06:37 WIB
Gaikindo berharap pemerintah melakukan perluasan stimulus bagi seluruh jenis kendaraan bermotor guna mendongkrak pertumbuhan industri otomotif nasional. Suzuki Indomobil Sales
Jakarta, CNN Indonesia --

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) berharap pemerintah melakukan perluasan stimulus bagi seluruh jenis kendaraan bermotor mulai dari ICE, hybrid, hingga electric vehicle (EV) guna mendongkrak pertumbuhan industri otomotif nasional.

Usulan itu disampaikan Gaikindo karena menilai dukungan pemerintah selama ini telah berperan penting dalam menjaga daya saing industri otomotif Indonesia, baik melalui insentif fiskal, fasilitas investasi, maupun forum komunikasi dengan pelaku usaha.

"Berbagai kebijakan yang diterapkan, mulai dari pemberian fasilitas investasi, insentif fiskal, hingga forum dialog yang rutin dengan pelaku industri, merupakan bentuk nyata upaya pemerintah dalam menjaga daya saing industri otomotif Indonesia sekaligus memberikan kepastian bagi seluruh investor," kata Ketua Harian Gaikindo, Anton Kumonty melalui keterangan resminya dikutip dari Antara, Senin (29/6).

Anton melanjutkan berbagai kebijakan yang diterapkan selama beberapa tahun terakhir, telah memberikan kepastian bagi investor sekaligus mendorong pengembangan industri.

Salah satu kebijakan yang dinilai membantu industri adalah fasilitas User Specific Duty-Free Scheme (USDFS), yang memberikan pembebasan bea masuk atas impor bahan baku dan komponen yang belum dapat diproduksi di dalam negeri.

Selain itu, kebijakan Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) pada masa pemulihan ekonomi dinilai mampu menjaga permintaan pasar domestik dan mempertahankan utilisasi pabrik kendaraan.

Pemerintah juga dinilai berhasil mendorong pengembangan kendaraan ramah lingkungan melalui program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV), yang mencakup kendaraan hemat energi, hybrid, hingga kendaraan listrik berbasis baterai. Program tersebut dianggap mampu mendorong investasi baru dan peningkatan penggunaan komponen lokal.

Di sisi lain, Gaikindo menilai Indonesia masih memiliki daya tarik besar bagi investor otomotif global.

Selain perusahaan Jepang yang telah lama berinvestasi di Indonesia, sejumlah produsen otomotif asal Tiongkok juga mulai menyatakan minat untuk memperluas investasi dan membangun rencana jangka panjang di Tanah Air.

"Melihat dukungan dari pemerintah terhadap industri otomotif Jepang di Indonesia, beberapa perusahaan otomotif dari Tiongkok yang saat ini sedang mulai berinvestasi di Indonesia menyatakan keinginannya untuk mendapatkan dukungan yang sama dari pemerintah agar dapat menjalankan rencana jangka panjangnya di Indonesia," ujar Ketua Bidang Pengembangan Pasar Gaikindo Jongkie Sugiarto.

Menurut Jongkie hal ini menjadi sinyal positif bahwa industri otomotif Indonesia masih memiliki magnet yang besar bagi para produsen.

Karena itu, Gaikindo mengusulkan agar pemerintah memberikan stimulus yang lebih merata untuk seluruh teknologi kendaraan, mulai dari kendaraan bermesin konvensional (ICE), hybrid (HEV), plug-in hybrid (PHEV), hingga kendaraan listrik murni (BEV).

Sejauh ini pemerintah baru mengungkap akan memberikan insentif untuk EV, meski kapan bakal diterapkan masih abu-abu. Semua insentif akan berlaku Juni, namun ditunda ke Juli kabarnya diundur ke Agustus.

Insentif untuk EV

Pada awal Mei 2026, Kementerian Keuangan mengungkapkan jika pemerintah telah menyiapkan insentif untuk 200 ribu kendaraan listrik. Jumlah tersebut terdiri dari 100 ribu unit mobil listrik dan 100 ribu unit sepeda motor listrik.

Pemerintah juga membuka kemungkinan menambah kuota apabila permintaan masyarakat melampaui target yang telah ditetapkan.

Saat itu program insentif ditargetkan berjalan pada Juni 2026 sebagai salah satu upaya mendorong konsumsi masyarakat pada triwulan III dan IV tahun ini, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak.

Terkait skema bantuan yang disiapkan, pemerintah sebelumnya merancang diskon pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) untuk mobil listrik sebesar 40 persen hingga 100 persen.

Besaran PPN DTP tersebut akan ditentukan berdasarkan kandungan nikel pada baterai kendaraan listrik yang dipasarkan di Indonesia.

Sementara itu untuk sepeda motor listrik, pemerintah menyiapkan subsidi sebesar Rp5 juta untuk pembelian satu unit motor listrik baru.

(ryh/mik)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK