Masalah Keuangan, VW Didorong Jual Ducati Mumpung Lagi Gacor di MotoGP

CNN Indonesia
Rabu, 01 Jul 2026 06:14 WIB
Ducati Lenovo team's Spanish rider Marc Marquez drives the warm up session, ahead of  the Austrian MotoGP Grand Prix at the Red Bull Ring race track in Spielberg, Austria, on August 17, 2025. (Photo by Jure Makovec / AFP)
Setelah sukses melepas Everllence, Volkswagen didorong mempertimbangkan menjual Ducati demi danai transisi mobil listrik. (AFP/JURE MAKOVEC)
Jakarta, CNN Indonesia --

Volkswagen (VW) AG yang sedang mengalami masalah keuangan didorong menjual Ducati sebagai salah satu alternatif mendapatkan dana buat perbaikan portofolio dan peralihan besar-besaran ke mobil listrik

Pada akhir Juni, VW sudah melepas 51 persen saham salah satu anak perusahaannya, Everllence, produsen mesin kapal dan turbin, ke perusahaan ekuitas swasta Bain Capital.

Transaksi yang menghasilkan dana sekitar €7,4 miliar bagi VW itu disebut mendorong para bankir investasi menyodorkan ide menjual merek andalan di bawah naungan grup seperti Ducati, atau melepas Lamborghini ke bursa, sebagaimana dilaporkan Financial Times yang dikutip Visordown, Senin (29/6).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ducati

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ducati dipandang sebagai salah satu merek nonmobil paling bernilai di grup VW. Berbeda dengan sebagian unit usaha VW lainnya, pabrikan asal Bologna ini disebut masih menikmati permintaan kuat, profitabilitas sehat, citra premium dari model-model motor yang dijual serta kiprahnya di MotoGP dan World Superbike.

Di MotoGP, Ducati tengah mendominasi, meraih enam gelar konstruktor beruntun, dan setiap juara dunia sejak 2022 menunggang motor Desmosedici buatannya. Pabrikan ini bahkan baru meneken perjanjian komersial yang mengikatnya berlaga di MotoGP hingga minimal 2031,

Nilai dan daya tarik besar itulah yang membuat Ducati dinilai bisa memancing tawaran tinggi seandainya dijual.

Obral aset

Langkah melego Everllence hanyalah satu mata rantai dari rangkaian obral aset VW. Sebelumnya, VW mengumumkan penjualan rumah desain Italdesign pada Desember lalu, kemudian melepas sahamnya di Bugatti Rimac dan Rimac Group tahun ini.

Obral ini berlangsung di tengah tekanan keuangan berat. Laporan Financial Times juga menyebut VW bersiap memangkas hingga 100.000 pekerjaan atau sekitar seperenam tenaga kerjanya serta menutup empat pabrik, sembari menghadapi gempuran pabrikan mobil listrik China di Eropa. Biaya pengembangan generasi baru kendaraan listrik disebut menyedot dana besar.

Tekanan itu tercermin pada kinerja terbaru. Saat memaparkan hasil kuartal pertama 2026, CFO sekaligus COO Volkswagen Group Arno Antlitz menyebut laba operasi perusahaan masih jauh terlalu rendah di 4,3 persen dan pemangkasan biaya yang direncanakan tidak cukup.

Kendati ramai dibahas, belum ada keputusan resmi menjual Ducati dan tidak ada indikasi VW sudah memutuskan melepasnya.

VW pun menolak berkomentar soal kemungkinan penjualan aset besar lain, sementara sejumlah analis menilai peluang VW benar-benar melepas merek-merek ini tergolong kecil.

Ini juga bukan kali pertama nasib Ducati menjadi spekulasi. VW sempat menjajaki menjual pabrikan itu pada 2017, tetapi rencananya kandas setelah mendapat tentangan keras serikat buruh.

Saat ini Ducati berada di bawah Lamborghini, yang dimiliki Audi sebagai bagian dari VW AG.

"Inilah saat yang tepat untuk mengambil langkah berikutnya, mengalihkan saham mayoritas kepada mitra baru yang kuat," kata CEO VW AG Oliver Blume dalam rilis yang sama, Rabu (24/6).

Ia menambahkan, "Pada saat yang sama, ini memungkinkan kami untuk semakin fokus pada bisnis inti kami."

(fea) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]