Isuzu Diminta Genjot Produksi hingga 500 Ribu Unit dalam 4 Tahun

CNN Indonesia
Selasa, 21 Jul 2026 06:52 WIB
Pemerintah mendorong Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) meningkatkan volume produksi 500 ribu unit dalam 4 tahun ke depan. Safyra Primadhyta
Karawang, CNN Indonesia --

Pemerintah mendorong Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) meningkatkan volume produksi 500 ribu unit dalam 4 tahun ke depan. Dorongan itu disampaikan saat Isuzu berhasil cetak produksi 300 ribu unit sejak pabrik Isuzu Karawang Plant mulai beroperasi pada 2015.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Setia Diarta mengatakan pemerintah siap membantu Isuzu agar lebih banyak model maupun volume produksi agar menjadikan Indonesia sebagai basis produksi global.

"Saya bisa menjadi alat komunikasi Bapak untuk terus meminta jumlah produk dan tipe produk yang akan diproduksi di Isuzu Astra Indonesia. Sehingga angka 500 ribu ini sudah tidak sulit lagi untuk kita capai dan kami harapkan 3-4 tahun belakang itu bisa dapat diwujudkan," kata Setia di Karawang, Jawa Barat, Senin (20/7).

Saat ini, kapasitas produksi pabrik Isuzu Astra Indonesia mencapai 80 ribu unit per tahun. Namun realisasi produksinya masih berada di kisaran 35 ribu unit per tahun.

Setia berharap utilisasi fasilitas produksi tersebut dapat terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang.

Mengutip data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan ritel Isuzu di Tanah Air pada semester pertama 2026 mencapai 13.430 unit naik 18,9 persen dari Januari-Juni 2025.

Sementara itu realisasi produksi Isuzu di Indonesia baik untuk ekspor maupun domestik pada periode yang sama tumbuh 2,6 persen menjadi 16.329 unit.

"Tentu saja kami berharap kapasitas ini atau juga produksi yang ada di Isuzu ini akan mencapai lebih baik lagi, tidak hanya mencapai 35 ribu, tapi berharap tahun-tahun mendatang mencapai 50 ribu unit per tahun," ucapnya.

Di sisi lain, Setia menilai kinerja ekspor kendaraan Indonesia masih menunjukkan tren positif di tengah berbagai tantangan global. Berdasarkan data, menurut Setia ekspor mobil utuh atau completely built up (CBU) hingga Juni 2026 mencapai 251.705 unit. Angka tersebut tumbuh 7,7 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Setia mengatakan capaian itu mencerminkan daya saing industri otomotif nasional yang masih terjaga meski dihadapkan pada ketidakpastian ekonomi global dan dinamika geopolitik.

"Capaian ini tentu saja mencerminkan daya saing industri otomotif berkelanjutan yang tetap terjaga," tutup Setia.

(ryh/mik)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK