Xpeng Recall Puluhan Ribu Unit X9 , Status di Indonesia Belum Jelas

CNN Indonesia
Senin, 27 Jul 2026 08:00 WIB
Xpeng menarik 33.473 unit X9 di China akibat potensi kebocoran suspensi udara depan. Dampak recall pada unit di Indonesia belum diketahui. (CNNIndonesia/Joakhim Tharob)
Jakarta, CNN Indonesia --

Xpeng menarik kembali (recall) 33.473 unit MPV listrik X9 di China karena potensi kebocoran pada suspensi udara depan yang dalam kasus ekstrem dapat memengaruhi pengendalian kendaraan.

Penarikan mencakup unit produksi 8 Agustus 2023 hingga 11 Agustus 2025. Programnya baru mulai berlaku resmi pada 28 Agustus 2026, sesuai dokumen recall bernomor S2026M0082V yang diajukan ke Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar China (SAMR), dikutip Carnewschina, Jumat (24/7).

X9 dipasarkan di China mulai 359.800 yuan atau sekitar Rp954,05 juta hingga 419.800 yuan atau setara Rp1,11 miliar (kurs Rp2.651,62). Di Indonesia, model ini dilego pada kisaran Rp1,1 miliar sampai Rp1,25 miliar.

Penyebab recall adalah variasi dalam proses produksi yang memengaruhi kedap udara pada pegas udara (air spring) depan. Xpeng memperingatkan penggunaan jangka panjang di lingkungan bersuhu dan berkelembapan tinggi dapat memicu kebocoran udara secara perlahan.

Kerusakan itu umumnya memunculkan lampu peringatan dan notifikasi teks di panel instrumen. Pada kasus yang lebih parah, kebocoran dapat mengganggu pengendalian sehingga menimbulkan risiko keselamatan bagi pengemudi.

Zhaoqing Xpeng New Energy Investment Co., Ltd. akan mengganti gratis unit front air spring slide pillar assembly versi terbaru pada seluruh kendaraan terdampak. Kendaraan yang sudah dipasangi komponen tersebut sebelum program berjalan tidak perlu menjalani perbaikan lagi.

Keluhan pemilik

Recall muncul menyusul gelombang keluhan pemilik, terutama di wilayah Chongqing, ketika gelombang panas ekstrem bertepatan dengan laporan sasis kendaraan yang tiba-tiba amblas.

Sejumlah pemilik melaporkan sasis dapat amblas di salah satu sisi, bahkan seluruhnya, saat kendaraan sedang melaju. Laporan tersebut berasal dari konsumen, bukan temuan resmi regulator.

Dalam tanggapan sebelumnya, layanan pelanggan Xpeng menyebut sebagian peringatan itu dipicu mode perlindungan termal (thermal protection). Penjelasannya, penyesuaian tinggi kendaraan yang terlalu sering pada suhu tinggi membuat kompresor mengalami panas berlebih.

Lewat program penarikan ini, Xpeng mengakui adanya cacat pada komponen perangkat keras yang berkaitan dengan kedap udara, bukan semata-mata akibat sistem perlindungan termal.

X9 mulai dipasarkan di China pada Januari 2024 dan tersedia dalam versi listrik murni maupun extended range electric vehicle (EREV).

Carnewschina menyebut ini merupakan penarikan berskala besar kedua Xpeng dalam kurun kurang dari setahun. Sebelumnya, pada September tahun lalu, perusahaan menarik 47.490 unit P7+ akibat masalah pada motor power steering.

Status Indonesia

X9 yang dipasarkan di Tanah Air bukan impor utuh dari China, melainkan sudah berstatus completely knocked down (CKD) alias dirakit secara lokal. Perakitannya dikerjakan di fasilitas dalam negeri bekerja sama dengan PT Handal Indonesia Motor di Purwakarta, Jawa Barat.

Belum diketahui apakah recall ini berdampak pada unit yang beredar di Indonesia.

"Keselamatan pelanggan tetap menjadi prioritas utama kami. Di Indonesia, kami saat ini sedang melakukan penilaian menyeluruh untuk menentukan apakah kendaraan yang didistribusikan di pasar Indonesia dipengaruhi oleh masalah terkait produksi yang sama," kata Vice President Marketing PT Sinar Eka Selaras Tbk (Erajaya Active Lifestyle), Hari Arifianto, dikutip detikOto, Minggu (26/7).

(fea)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK