Isuzu Genjot Layanan Purnajual demi Tekan Waktu Truk Mogok

CNN Indonesia
Kamis, 30 Jul 2026 17:01 WIB
Isuzu mengubah pendekatan purnajual demi memaksimalkan uptime armada pelanggan, dengan 166 bengkel berjalan yang bisa mendatangi lokasi konsumen. (CNN Indonesia/Rayhand Purnama)
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) mengubah pendekatan layanan purnajualnya dengan bertumpu pada satu ukuran, yakni memastikan kendaraan pelanggan bisa beroperasi semaksimal mungkin.

Bagi kendaraan komersial, setiap menit berhenti beroperasi berarti potensi hilangnya pendapatan bagi pelaku usaha. Kondisi ini berbeda dengan kendaraan penumpang yang masih punya alternatif mobilitas.

"Truk dan kendaraan niaga merupakan aset produktif yang menopang kegiatan bisnis pelanggan, makanya uptime menjadi sesuatu yang penting," tutur Direktur Solusi Bisnis dan LCV Bisnis PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Anjar Rosjadi dalam keterangan resmi yang diterima Rabu (29/7).

Strategi tersebut diyakini menjadi salah satu kunci yang bisa meningkatkan kepuasan pelanggan sekaligus mendukung pertumbuhan penjualan kendaraan niaga Isuzu.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dipaparkan IAMI, penjualan wholesales Isuzu sepanjang paruh pertama 2026 mencapai 13.300 unit atau naik 18,89 persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar 11.186 unit.

Traga menjadi penopang terbesar dengan 6.213 unit, naik 27,66 persen dari 4.867 unit. Menyusul ELF sebanyak 5.537 unit, naik 19,23 persen dari 4.644 unit.

Jaringan purnajual

Isuzu mewujudkan strategi itu lewat perluasan jaringan layanan purnajual di seluruh Indonesia.

Hingga saat ini Isuzu memiliki 129 outlet 3S (sales, service, spareparts), 4 Part Depot yang berada di Makassar, Medan, Palembang, dan Pontianak, 166 Bengkel Isuzu Berjalan (BIB), 181 Bengkel Mitra Isuzu (BMI), serta 2.167 Part Shop yang tersebar di berbagai daerah.

Luasnya jaringan tersebut membuat unit entry di bengkel terus meningkat. Sepanjang semester I 2026, unit entry tumbuh 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Isuzu menambah 22 unit BIB tahun ini dengan investasi sekitar Rp400 juta per unit. Anjar menyebut layanan jemput bola lewat BIB itu menjadi salah satu pembeda Isuzu dibandingkan kompetitor.

Lewat layanan tersebut, teknisi dapat mendatangi lokasi pelanggan sehingga proses perawatan maupun perbaikan tidak harus menunggu kendaraan masuk ke bengkel.

Keunggulan itu diakui Tiffany N, pemilik PT Central Indo Fajar, distributor transporter semen yang beroperasi di Sulawesi Selatan. Menurut dia, teknisi BIB kerap datang memperbaiki armadanya yang mogok di jalan sehingga bisa fit kembali.

Perusahaan tersebut kini mengoperasikan lebih dari 30 unit kendaraan Isuzu dan satu unit merek lain.

"Dari awal sudah menggunakan Isuzu. Ini juga untuk mempermudah pembelian spare part, servis, dan lainnya," tutur Tiffany.

Kontrak servis

Anjar menambahkan, Isuzu juga menawarkan kontrak servis bagi pelanggan armada atau fleet customer. Program itu membantu pelanggan memperoleh kepastian biaya perawatan sekaligus mengurangi dampak fluktuasi harga suku cadang melalui paket layanan yang lebih kompetitif.

Menurut dia, disiplin pelanggan dalam melakukan perawatan berkala, pengelolaan armada yang baik, hingga perilaku pengemudi juga sangat menentukan produktivitas kendaraan.

Pada kesempatan terpisah, Business Strategy Division Head PT IAMI Rian Erlangga mengeklaim kuatnya layanan purnajual membuat penerimaan konsumen terhadap produk Isuzu terus meningkat dalam 10 tahun belakangan.

IAMI juga menyebut market Giga naik 15,2 persen, Traga 4,4 persen, dan ELF 49 persen, tanpa merinci basis perhitungannya.

"Fokus kami bukan hanya menjual kendaraan, tetapi memastikan bisnis pelanggan tetap beroperasi. Karena ketika kendaraan berhenti, bisnis pelanggan juga ikut terganggu," kata Anjar.

(fea)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK