Bahlil Temui Purbaya Bahas Pertalite: BMW, Mercy Masak Pakai Subsidi?
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyoroti pemilik mobil mewah yang masih mengisi Pertalite, seiring rencana pemerintah membatasi pembelian BBM bersubsidi itu bagi kelompok masyarakat kaya.
"Pakai BMW, Mercy, masak pakai minyak subsidi?" kata Ketua Umum Partai Golkar itu di kantor Kementerian Keuangan, Selasa (11/8).
Bahlil menyambangi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk membahas rencana pembatasan subsidi Pertalite bagi masyarakat kelas atas.
Purbaya menyebut pembatasan subsidi ini secara spesifik akan menyasar masyarakat di kelompok desil 9 dan desil 10, yakni kelompok kaya dan sangat kaya.
"Tadi kita membahas kemungkinan implementasi pembatasan subsidi Pertalite untuk yang tingkat atas," ujarnya kepada wartawan usai bertemu Bahlil.
Desil merupakan peringkat kesejahteraan keluarga yang bersumber dari Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) dan diatur dalam Keputusan Menteri Sosial Nomor 79/HUK/2025.
Peringkat itu disusun dari desil 1 untuk keluarga paling tidak mampu sampai desil 10 untuk keluarga paling sejahtera, dengan variabel antara lain kepemilikan aset, kondisi rumah, tingkat pendidikan dan pekerjaan anggota keluarga, serta jumlah anggota keluarga.
Baik Purbaya maupun Bahlil belum merinci mekanisme teknis di lapangan, termasuk kriteria kendaraan yang bakal dilarang mengisi Pertalite.
Masih dikaji
Purbaya menjelaskan rencana pembatasan masih dalam tahap pengkajian. Salah satu yang dibahas adalah evaluasi terhadap sistem penyaluran Pertalite oleh Pertamina.
Setelah melihat langsung, ia menilai mekanisme penyalurannya sudah cukup baik sehingga pembatasan bisa segera dilaksanakan.
Sementara Bahlil mengakui penyaluran Pertalite selama ini tidak tepat sasaran. Masyarakat di kelompok desil 9 dan 10 disebut masih ikut menikmati fasilitas negara, padahal subsidi ratusan triliun rupiah semestinya hanya dinikmati yang berhak.
"Ini yang kita mulai bahas sistemnya segala macam. Supaya apa? Angka subsidi yang ratusan triliun ini betul-betul diberikan kepada saudara-saudara kita yang berhak menerimanya," ucap Bahlil.
Lihat Juga : |
Ia menyebut langkah ini sejalan arahan Presiden Prabowo Subianto, sehingga Kementerian ESDM bergerak cepat menggelar rapat koordinasi.
Bahlil memastikan harga BBM bersubsidi tidak akan naik meski harga minyak dunia sedang melonjak. Kebijakan berbeda berlaku untuk BBM nonsubsidi yang harganya disesuaikan mengikuti pergerakan harga minyak dunia.
"Harga yang nonsubsidi pun bisa melakukan penyesuaian dengan harga dunia. Kalau turun ya turun, kalau naik ya terkoreksi juga untuk kenaikan," ujarnya.
(fea)