Trump Numpang Truk Katering Demi Ganti Pesawat Saat Ada Ancaman Iran

CNN Indonesia
Kamis, 13 Agu 2026 09:14 WIB
Ilustrasi. Truk katering bandara dipakai buat memindahkan Presiden AS Donald Trump dari Air Force One ke pesawat lain dalam operasi rahasia di Turki. (Getty Images via AFP/ANDREW HARNIK)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebuah truk katering bandara menjadi kunci operasi rahasia untuk memindahkan Presiden Amerika Serikat (ASDonald Trump dari Air Force One ke pesawat lain di Turki demi keselamatannya.

Trump naik ke Air Force One lama di Ankara pada Juli lalu di depan sorotan kamera. Beberapa saat kemudian ternyata ia diam-diam turun, masuk ke truk katering, lalu diantar ke pesawat Angkatan Udara AS yang lebih kecil, C-32A, yang diposisikan tak jauh.

Rangkaian protokoler ini dilaporkan Washington Post berdasarkan keterangan seorang pejabat AS yang mengetahui operasi tersebut. Menurut Reuters yang mengutip berita itu, pemicunya ancaman terhadap Trump dari Iran, negara yang sedang berperang dengan AS.

Truk katering

Truk katering adalah kendaraan pendukung bandara yang lazim merapat ke badan pesawat untuk memuat perbekalan. Bak kargonya bisa dinaikkan sampai setinggi pintu kabin, sehingga isinya bisa berpindah tanpa terlihat dari luar.

Cara kerja itulah yang dipakai memindahkan Trump. Foto-foto AFP memperlihatkan dua kontainer pasokan di bagian depan dan belakang pesawat saat Trump naik. Trump kemudian dilaporkan meninggalkan pesawat dengan masuk ke salah satu kontainer tersebut.

Air Force One tetap terbang ke Inggris membawa rombongan pers dan sebagian staf yang mengira presiden ada di dalam. Wall Street Journal melaporkan Menteri Luar Negeri Marco Rubio termasuk pejabat senior yang tetap berada di pesawat itu.

Para jurnalis di kabin pers diminta menutup tirai jendela. Saat ditanya alasannya, Trump menjawab karena mereka "mungkin sedang dalam penerbangan berbahaya". Ia melanjutkan, "But if I go, you go. Right?"

Tiga pesawat

Perjalanan itu melibatkan tiga pesawat sekaligus. Trump tiba di Ankara untuk KTT NATO dengan Boeing 747 hadiah Qatar yang baru direnovasi, lalu mengumumkan akan pulang memakai Air Force One lama berwarna biru muda.

Lewat Truth Social ia menyebut pilihan itu diambil demi mengenang masa lalu, sementara pesawat baru dikirim ke pangkalan yang sama agar prajurit AS bisa melihat-lihat. Kenyataannya ia terbang dengan pesawat ketiga, C-32A.

Boeing 747 hadiah Qatar itu dipasangi ulang perlengkapannya oleh kontraktor pertahanan L3Harris Technologies. Pesawat tersebut disiapkan sebagai pengganti sementara selagi Boeing kesulitan merampungkan Air Force One generasi baru yang tertunda lama.

Gedung Putih menyatakan jet hadiah Qatar sudah dilengkapi protokol keamanan tingkat tinggi.

"Ada banyak musuh Amerika yang mengincarnya, dan kami menggunakan setiap alat yang kami punya untuk mengatasi ancaman itu," ujar Direktur Komunikasi Gedung Putih Steve Cheung.

C-32A yang membawa Trump mendarat di Inggris sekitar pukul 22.20, disusul Air Force One lama beberapa menit kemudian. Rombongan pers melaporkan Trump menuruni tangga Air Force One lama pada pukul 22.56.

Bagaimana ia berpindah kembali dari C-32A ke pesawat itu tidak dijelaskan. Washington Post menyatakan bagian tersebut belum jelas. Pentagon tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Operasi semacam ini bukan yang pertama. Pada 2000, Presiden Bill Clinton memakai jet eksekutif tanpa tanda untuk terbang ke Pakistan, sementara Air Force One resminya dikirim sebagai umpan.

Bedanya, kali ini yang menjalankan peran pemindahan bukan pesawat lain, melainkan kendaraan darat yang setiap hari lalu lalang di apron bandara tanpa menarik perhatian siapa pun.

(fea/fea)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK