Lewati Indonesia, Mitsubishi Siapkan Mobil Listrik Buat Australia

CNN Indonesia
Senin, 24 Agu 2026 16:30 WIB
Mitsubishi tak lagi fokus di pasar ASEAN, sebagai gantinya mereka mencoba lebih menggeliat di Australia dan Amerika Serikat. (Mitsubishi Motors)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mitsubishi Motors secara bertahap mulai melepas ketergantungannya pada wilayah Asia Tenggara (ASEAN) dan mengalihkan fokus bisnisnya ke Australia serta Amerika Serikat. Langkah ini diambil usai pasar ASEAN melemah akibat tekanan inflasi, kenaikan suku bunga, hingga serbuan mobil listrik murah asal China.

Pabrikan asal Jepang tersebut bahkan melewati pasar Indonesia dan memilih merilis kendaraan listrik terbarunya, ASX VR-e, secara khusus untuk kawasan Australia dan Selandia Baru tahun ini. Perusahaan membidik target penjualan sebesar 1.500 unit hingga akhir tahun fiskal 2026 di kedua negara tersebut.

Proyek mobil listrik ASX VR-e tidak diproduksi sendiri oleh Mitsubishi, melainkan dipasok oleh Foxtron Vehicle Technologies, unit bisnis otomotif milik raksasa elektronik Foxconn group asal Taiwan.

Kemitraan berbasis original equipment manufacturer (OEM) ini mengukir sejarah sebagai kali pertama anak usaha Foxconn memproduksi kendaraan listrik bagi merek pabrikan Jepang.

Keputusan menyerahkan produksi EV ke pihak ketiga dilakukan karena Mitsubishi memilih menyetop pengembangan mobil listrik secara mandiri demi menghemat biaya. Sumber daya perusahaan kini dialihkan untuk memperkuat segmen plug-in hybrid, sementara varian EV akan dipenuhi lewat pasokan dari produsen mitra.

Pergeseran fokus ini menjadi sinyal kuat bahwa strategi bisnis Mitsubishi di ASEAN tidak lagi berjalan sesuai rencana. Padahal, wilayah Asia Tenggara sebelumnya merupakan tulang punggung utama yang menyumbang sekitar 30 persen dari total penjualan kendaraan baru global Mitsubishi pada tahun fiskal 2025.

"Dalam rencana jangka menengah sebelumnya, kami terlalu berfokus pada produk untuk pasar ASEAN," ujar CEO Mitsubishi Motors, Takao Kato, dikutip Nikkei Asia, Senin (24/8).

Penjualan Mitsubishi di ASEAN merosot 7 persen pada kuartal terakhir, berbanding terbalik dengan proyeksi awal yang menargetkan pertumbuhan 10 persen.

Kinerja ini turut memicu penurunan jumlah penjualan global perusahaan sebesar 8 persen menjadi 179 ribu unit kendaraan.

Guna menutupi penurunan di ASEAN, Mitsubishi menetapkan Amerika Serikat dan Australia sebagai wilayah pemulihan utama. Mengingat ketiadaan pabrik manufaktur di Amerika Utara, Mitsubishi menggandeng Nissan Motor dan Honda Motor untuk mengisi lini produk mereka secara berkala hingga 2030.

Melalui gabungan tersebut, Mitsubishi bakal mendatangkan kendaraan listrik berbasis Nissan Leaf mulai paruh tahun kedua 2026. Selain itu, pasokan mobil pikap buatan pabrik Nissan di Mississippi juga diproyeksikan meluncur pada 2029 demi menghindari tarif impor Amerika Serikat.

Langkah efisiensi dan perombakan peta bisnis ini diharapkan bisa mendongkrak penjualan global Mitsubishi hingga menyentuh angka 850 ribu unit pada tahun fiskal 2026. Amerika Utara diproyeksikan menjadi pundi profit yang stabil karena terobosan mobil listrik murah China di kawasan tersebut relatif masih terbatas.

(hjn/fea)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK