Viral Iring-iringan Mobil Mewah Pelat Nomor ZZ Terobos CFD
Iring-iringan mobil mewah menjadi sorotan setelah diduga menerobos kawasan Car Free Day (CFD) Sudirman, Jakarta, pada Minggu (23/8). Video kejadian tersebut beredar di media sosial dan menuai beragam respons warganet.
Dalam video terlihat sejumlah mobil berkelir hitam melintas di kawasan yang sedang digunakan masyarakat untuk CFD. Perekam menyebut mobil melintas pada pukul 9.15 WIB, sementara CFD berakhir pukul 10.00 WIB.
Mobil-mobil yang digunakan di antaranya Toyota Fortuner dan Toyota Alphard.
Belum diketahui secara pasti siapa pemilik mobil-mobil mewah tersebut maupun alasan iring-iringan kendaraan itu melintas di kawasan CFD. Namun banyak menduga mobil digunakan pejabat, mengacu pada pelat nomor yaitu berakhiran 'ZZ'.
Kejadian ini telah mendapat respons dari Prastowo Yustinus, Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta melalui postingan yang diunggah pemilik akun @arief_budi27.
Ia mengaku bakal melakukan pengecekan terkait kasus viral tersebut.
"Segera kami cek," tulisnya dikutip Senin (24/8).
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada Senin (24/8) mengatakan mobil melintas saat CFD sebenarnya tak boleh terjadi. Dia bilang sudah mengoordinasikan kejadian ini dengan dinas perhubungan.
"Dari kemarin begitu kejadian dan viral saya langsung berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan. Saya sampaikan terkait kendaraan pribadi yang melintas di Car Free Day yang sebenarnya tidak boleh terjadi," kata Pramono di Jakarta Selatan, Senin (24/8).
Pramono mengungkap rombongan mobil itu membuka barrier yang menutup akses kendaraan ke area CFD. Dia bilang ada lima kendaraan yang melintas, salah satunya disebut memakai strobo.
"Mereka yang membuka barrier dan padahal barrier itu juga dijaga oleh Satpol PP, ada juga dari kepolisian," katanya.
Lihat Juga : |
Kini identitas kendaraan yang melintas sedang didalami. Pramono mengatakan sudah menegur petugas Satpol PP yang berjaga agar bertindak tegas pada kejadian seperti itu.
"Jadi itu kejadian yang ada, nanti pada saatnya nama-nama itu akan kami dalami karena kami belum mendapatkan nama-nama yang fix karena nomornya itu kan pakai ZZ ya beberapa," ujarnya.
(ryh/fea)