Danantara Ungkap Alasan Sebagian Ojol Ogah Beralih ke Motor Listrik

CNN Indonesia
Selasa, 25 Agu 2026 07:28 WIB
Para pengemudi ojek online usai mengisi daya motor listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) kawasan Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (7/4/2026). (CNN Indonesia/Adi Ibrahim)
Menurut Danantara selama ini alasan sebagian ojol ogah beralih ke motor listrik karena isu kurang bertenaga di tanjakan, daya baterai lemah dan kredit dipersulit. (CNN Indonesia/Adi Ibrahim)
Jakarta, CNN Indonesia --

Rendahnya minat pengemudi ojek online (ojol) beralih memakai motor listrik disebabkan masalah teknis hingga pembiayaan yang sulit. Hal ini diungkap BPI Danantara Indonesia saat membahas pengembangan proyek Motor Listrik Nasional (Molinas) yang melibatkan aplikator seperti Gojek dan Grab.

Managing Director Industrialization Danantara Indonesia Ardy Muawin mengatakan isu teknis masa lalu seperti motor listrik kurang bertenaga di tanjakan dan daya baterai yang lemah menjadi pemicu utama ojol enggan beralih ke motor listrik.

Walau demikian masalah teknis itu disebut mulai bisa diatasi produsen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hambatan lain datang dari sisi pembiayaan, sebagaimana dilaporkan oleh pihak Grab. Banyak mitra pengemudi kesulitan memperoleh fasilitas kredit lantaran terhambat verifikasi BI Checking atau SLIK OJK.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Padahal, pengemudi berkinerja bintang lima yang aktif bekerja setiap hari dinilai memiliki risiko kredit sangat rendah.

Danantara menilai risiko ini bisa diminimalkan lewat skema cicilan harian serta sistem penonaktifan kendaraan otomatis apabila pembayaran menunggak.

"Credit risk-nya bisa kita turunkan, sehingga harapannya cost of money bisa rendah, sehingga kita akan men-stimulate demand dari sisi teman-teman konsumen," ujar Ardy dalam acara diskusi bertajuk Navigating The Challenges of The Motor Vehicle Industry di Jakarta Pusat, Kamis (20/8).

Permasalahan semakin kompleks akibat jurang pemisah suku bunga yang terbilang tinggi. Kredit sepeda motor kerap dibebani bunga 30 hingga 40 persen, berbanding terbalik dengan kredit mobil yang berada di kisaran 12 persen.

Beban konsumen kian bertambah lantaran pihak diler cenderung memprioritaskan skema kredit demi mengejar bonus penjualan.

Untuk merespons kondisi yang memberatkan ini, Danantara menggandeng Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) guna menyusun kembali skema pembiayaan agar daya beli motor listrik lebih terjangkau bagi masyarakat.

Motor listrik disebut dapat menguntungkan bagi ojol. Berdasarkan riset Danantara menunjukkan penggunaan motor listrik sebenarnya sanggup memangkas biaya harian pengemudi sebesar Rp10 ribu sampai Rp20 ribu dibanding kendaraan bensin.

Jika diakumulasikan selama 25 hari kerja, penghematan harian tersebut mencapai Rp500 ribu per bulan.

"That's a lot of money buat teman-teman itu," ungkap Ardy.

(hjn/fea)
placeholder