Sudah Bawa Baterai Besar, Kenapa Mobil Listrik Masih Butuh Aki?
Meski telah dilengkapi baterai berdaya tinggi sebagai sumber tenaga utama penggerak roda, mobil listrik ternyata masih membutuhkan baterai tegangan rendah alias aki layaknya kendaraan konvensional.
Mobil listrik murni (Battery Electric Vehicle) mau pun hybrid (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) ditopang dua sistem kelistrikan yang terpisah.
Lihat Juga : |
Pertama, baterai lithium-ion bertegangan tinggi (umumnya berkisar 400 hingga 900 volt) khusus untuk menggerakkan mesin kendaraan utama. Kedua, aki 12 volt (jenis lead-acid, AGM, maupun lithium-ion) untuk memasok daya ke berbagai komponen elektronik pendukung.
Praktisi otomotif sekaligus pemilik ACCU S.O.S, Edwin Wijaya menjelaskan bahwa keberadaan arus listrik rendah dari aki 12 volt sangat penting bagi ekosistem kendaraan listrik.
"Industri otomotif terus berubah, tetapi kebutuhan aki tetap ada. Bahkan, mobil listrik tetap membutuhkan aki untuk perangkat pendukungnya," ungkap Edwin dalam keterangan resminya.
Sama seperti pada mobil Internal Combustion Engine, aki 12 volt ini bertugas mengoperasikan fitur-fitur penting seperti pengunci pintu, sensor alarm, pemutar jendela, sistem infotainment, pendingin kabin, hingga fitur keselamatan (driver-assist).
Selain itu aki 12 volt pada mobil listrik memiliki peran krusial sebagai pengontrol relay penyuplai daya awal (starter) untuk mengaktifkan sistem utama bertegangan tinggi.
Tanpa kondisi aki yang prima, sistem inverter tidak dapat mengubah arus searah (Direct Current/DC) dari baterai utama menjadi arus bolak-balik (Alternating Current/AC) untuk penggerak mobil, sehingga kendaraan tidak akan bisa dinyalakan sama sekali meski kapasitas baterai utamanya masih penuh.
Alasan aki masih perlu
Alasan utama mengapa pabrikan tidak langsung menggabungkan seluruh fungsi kelistrikan ke baterai utama adalah faktor keselamatan dan standar industri.
Penggunaan sistem arus lemah 12 volt bertindak sebagai lapisan pelindung agar pengguna maupun teknisi terhindar dari risiko sengatan listrik tegangan tinggi saat melakukan perawatan rutin atau ketika terjadi benturan keras.
Di samping itu, pengisian daya aki 12 volt pada mobil listrik dilakukan secara otomatis melalui komponen konverter bawaan yang mengubah arus dari baterai utama, atau terisi saat mobil dihubungkan ke pengisi daya.
Oleh peran krusial tersebut, Edwin turut menyoroti pentingnya pemahaman pemilik kendaraan terhadap pemeliharaan aki secara berkala agar tidak mengalami kendala mati daya di jalan.
"Perawatan sederhana perlu dilakukan, seperti memeriksa kebersihan terminal aki atau memastikan tegangan listrik stabil, sehingga dapat memperpanjang usia pakai aki dan menjaga performa kendaraan," tambah Edwin.
Pengetahuan mengenai perawatan ini dinilai kian krusial seiring pesatnya perkembangan populasi kendaraan ramah lingkungan di tanah air.
"Dengan pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia, edukasi mengenai peran aki menjadi semakin relevan. Aki bukan hanya pendukung, tetapi bagian penting dari ekosistem kendaraan yang mendukung mobilitas ramah lingkungan. Inovasi dan edukasi terus menjadi kunci utama untuk memastikan keberlanjutan industri ini," tukas dia.
(hjn/fea)