Rekor Baru, EV Lebih Laris dari Mobil Bensin dan Diesel di Australia

CNN Indonesia
Senin, 07 Sep 2026 20:07 WIB
This picture shows a train heading toward Perth's central business district as cars commute alongside during the busy hours on March 23, 2026. Western Australia's government says there has been a big spike in the number of people using public transpo
Untuk pertama kalinya penjualan mobil listrik melewati mobil bensin dan diesel di Australia pada Agustus 2026. (AFP/ANTONY DICKSON)
Jakarta, CNN Indonesia --

Penjualan mobil listrik di Australia telah mengungguli mobil konvensional internal combustion engine (ICE) untuk pertama kalinya pada Agustus 2026.

Penjualan kendaraan berbasis baterai mencapai 27.078 unit atau menyumbang 24,9 persen dari total pasar mobil baru. Angka ini melampaui capaian segmen kendaraan bensin sebanyak 25.824 unit maupun diesel sebesar 23.608 unit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penjualan BEV (Battery Electric Vehicle) naik 171 persen dari tahun ke tahun, menurut data VFACTS dan Electric Vehicle Council. Jika ditambah kendaraan hibrida dan hibrida plug-in, kendaraan listrik menguasai 51,8 persen pasar.

Ini adalah bulan pertama mobil berbahan bakar konvensional menjadi minoritas di Australia. Ketika pasar otomotif secara keseluruhan tumbuh 4,9 persen menjadi 108.760 unit, sektor kendaraan listrik menjadi pendorong utama lonjakan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tesla Model Y adalah model mobil listrik terlaris di Australia, meski begitu dominasi pasar sebenarnya dikuasai deretan pabrikan asal China. Delapan model kendaraan listrik paling laris di Australia seluruhnya buatan Negeri Tirai Bambu.

Melansir electrek, Kamis (3/9), dari delapan model mobil listrik terlaris, enam merupakan merek China yaitu BYD Sealion 7, BYD Atto 2, Geely EX5, Geely EX2, Zeekr 7X, Jaecoo J5.

Sementara dua lainnya adalah Tesla Model Y dan Model 3. Semua model terlaris ini bisa dikatakan berasal dari China, sebab Tesla juga mengimpor kedua modelnya dari Gigafactory di Shanghai.

BYD berhasil menduduki peringkat kedua penjualan merek secara keseluruhan dengan hasil 8.231 unit berkat lini produknya yang beragam.

BYD tepat berada di atas Tesla yang menempati posisi ketiga lewat raihan 7.685 unit. Di sisi lain, produsen merek seperti Toyota, Mazda, dan Kia justru mengalami penurunan volume penjualan di tengah pesatnya ekspansi pabrikan China.

Kebijakan Australia yang hampir tidak menerapkan tarif masuk untuk kendaraan listrik buatan China menjadi kunci utama pergeseran ini. Kebijakan perdagangan bebas tersebut membuat konsumen mendapatkan akses ke kendaraan berteknologi tinggi dengan harga terjangkau.

Hal ini membuktikan bahwa pembukaan pasar terhadap produk otomotif China mampu mempercepat transisi menuju penghentian penggunaan mesin pembakaran internal secara lebih efektif.

(hjn/fea)
placeholder