Mesin Mobil Terpapar Abu Vulkanik? Lakukan Langkah Ini
Paparan abu vulkanik pada kendaraan sangat tidak. Sebab abu vulkanik mengandung silika abrasif dan sulfur destruktif yang bisa merusak komponen mobil, tidak hanya bagian bodi, juga bagian mesin.
Ahli otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu menyarankan pemilik mobil tidak buru-buru menyalakan kendaraan kalau mendapati abu vulkanik di area mesin mobil.
"Kalau paparan abu di ruang mesin cukup banyak, sebaiknya jangan buru-buru menyalakan kendaraan," kata Yannes saat dihubungi, Senin (7/9) mengutip Antara.
Ia menyarankan buka kap secara perlahan agar abu yg berada di atasnya tidak ikut jatuh ke dalam, kemudian periksa, terutama filter udara mesin, saluran masuk udara, radiator, kondensor AC, serta konektor kelistrikan.
Menurut dia, menyalakan mesin kendaraan yang terpapar abu vulkanik berpeluang menyebabkan partikel halus masuk ke komponen-komponen penting kendaraan.
Saat membersihkan mesin kendaraan yang terpapar abu vulkanik, ia mengatakan, pemilik kendaraan sebaiknya tidak langsung menyiram ruang mesin menggunakan air, karena kendaraan modern memiliki banyak sensor, soket, dan modul elektronik.
"Abu juga jangan ditiup sembarangan dengan tekanan tinggi karena partikelnya justru dapat terdorong masuk semakin jauh ke celah komponen," ucapnya.
Selain itu cek bagian filter udara pada kendaraan yang terpapar abu vulkanik. Bila mendapati kotor maka menyebabkan aliran udara mesin dapat terganggu, sedangkan filter yang rusak meningkatkan risiko partikel lolos ke saluran masuk.
Dia menyarankan pemilik membawa kendaraan yang kena paparan abu vulkanik parah ke bengkel agar bisa diperiksa dan dibersihkan oleh tenaga profesional.
"Kalau paparan cukup berat, langkah paling aman adalah membawa kendaraan ke bengkel untuk pemeriksaan dan pembersihan yang benar sebelum digunakan kembali," tuturnya.
Di samping itu, pemilik juga cek bagian radiator, karet seal, serta area di sekitar wiper dan kisi-kisi depan kendaraan yang terpapar abu vulkanik.
(tim/mik)