Kalah Bersaing dengan Mobil China, Jaguar Land Rover PHK 4.000 Pekerja
Jaguar Land Rover (JLR) mengumumkan rencana bakal memangkas sekitar 4.000 tenaga kerja dalam kurun waktu dua tahun ke depan. Jumlah tersebut mencakup hampir sepuluh persen dari total pekerja secara global, menyusul tekanan berat yang melanda pasar otomotif di Eropa.
PHK ini disampaikan JLR selang beberapa hari setelah Volkswagen merilis rencana pemangkasan 50 ribu pekerja.
Kebijakan efisiensi ini diambil setelah produsen mobil mewah asal Inggris tersebut mengalami penurunan penjualan di global yang tengah menghadapi persaingan ketat dari produsen asal China dan tingginya biaya investasi untuk transisi menuju kendaraan listrik.
"Industri otomotif menghadapi tantangan signifikan, dengan perubahan teknologi di tengah persaingan ketat dan ketidakpastian geopolitik yang terus berlanjut," ungkap PB Balaji CEO JLR mengutip AFP, Kamis (10/9).
Melalui restrukturisasi ini, JLR menargetkan penghematan anggaran hingga 1,7 miliar poundsterling atau sekitar Rp40,45 triliun (1 poundstreling=Rp23.793). Laporan media Inggris menyebutkan pengurangan pekerja akan difokuskan pada jajaran manajemen.
"Selama 12 bulan ke depan, kami akan meluncurkan lima produk baru, lalu memanfaatkan kekuatan merek kami, dan memperbarui fokus kami di Amerika Utara, di antara pasar-pasar lainnya, untuk membantu kami mencapai pertumbuhan pendapatan dua digit," tambah Balaji.
Sebelumnya, JLR mengalami serangan siber yang sempat menghentikan kegiatan manufaktur JLR di Inggris selama lebih dari satu bulan. Gangguan tersebut menimbulkan kerugian hingga 260 juta poundsterling atau sekitar Rp6,18 triliun.
Dikombinasikan dengan dampak tarif dagang AS, perusahaan mencatatkan kerugian sebesar 244 juta poundsterling atau sekitar Rp5,80 triliun pada tahun fiskal yang berakhir Maret 2026.
"Kami harus menyederhanakan organisasi kami lebih lanjut, meningkatkan efisiensi, dan membangun ketahanan yang lebih besar," tulis JLR.
Menteri Strategi Bisnis, Energi dan Industri Inggris Jonathan Reynolds dijadwalkan bertemu dengan para eksekutif JLR pekan ini untuk membahas dampak pemangkasan pekerja tersebut. Di sisi lain, Balaji memastikan proses pemutusan hubungan kerja karyawan akan berjalan secara proporsional.
"Kami menyadari ini akan menjadi kabar yang sulit bagi rekan-rekan yang terdampak, dan berkomitmen untuk mendukung semua orang dengan kepedulian, keadilan, dan rasa hormat," tutup Balaji.
(hjn/mik)