Pertamina: Harga Pertamax Dkk Potensi Sentuh Rp20 Ribu per Liter

CNN Indonesia
Sabtu, 12 Sep 2026 11:04 WIB
PT Pertamina Patra Niaga memproyeksikan harga BBM nonsubsidi, termasuk Pertamax hingga Pertamina Dex, berpeluang melambung hingga mendekati Rp20 ribu per liter. CNN Indonesia/Safir Makki
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Pertamina Patra Niaga memproyeksikan harga BBM nonsubsidi, termasuk Pertamax hingga Pertamina Dex, berpeluang melambung hingga mendekati Rp20 ribu per liter. Tren kenaikan harga minyak mentah global yang tak kunjung mereda menjadi alasan utama di balik estimasi tersebut,

Kondis ini disampaikan oleh Direktur Pemasaran Ritel PT Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto.

"Harga Pertamax, Dex, dan lain-lain itu akan berkisaran antara di angka Rp18 ribu sampai Rp20 ribuan karena tidak ada, belum ada, indikasi terjadi penurunan harga minyak dunia," ujar Eko dalam acara media gathering di Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Jumat (11/9).

Eko menyebutkan bahwa krisis energi global saat ini menghadirkan tantangan yang kian berat. Dampak gejolak di Timur Tengah yang dinilai memukul sektor energi secara lebih masif jika dibandingkan dengan konflik Rusia-Ukraina sebelumnya. Pemblokiran Selat Hormuz akibat eskalasi militer di kawasan tersebut dituding menjadi pemicu rentetan efek domino yang meluas.

"Perang di Timur Tengah, di Selat Hormuz ini, ternyata dampaknya secara global selain ketersediaan energi di dunia, itu juga harga yang saat ini belum stabil ya," ucap Eko.

Pihaknya berharap nilai tukar komoditas minyak dunia dapat melandai kembali ke kisaran US$60 (sekitar Rp1.056.420, kurs=Rp17.607) hingga US$70 (sekitar Rp1.232.40) per barel seperti era sebelum krisis.

"Kalau berharap turun 70 dolar per barel atau 60 dolar per barel sebelum terjadinya krisis geopolitik, ya kita doakan mungkin semoga itu bisa terjadi dalam waktu segera karena kalau tidak kondisi ini akan berdampak seperti sekarang," ujar Eko.

Di pasar internasional, harga minyak mentah kembali melampaui ambang US$100 per barel dan diperkirakan menutup pekan di atas posisi tersebut untuk pertama kalinya dalam kurun hampir empat bulan.

Mengutip Reuters pada Jumat (11/9), patokan harga minyak Brent naik US$1,05 (1 persen) ke posisi US$108,68 per barel. Pada saat yang sama minyak mentah varian West Texas Intermediate (WTI) asal AS menguat 95 sen (1 persen) menjadi US$103,45 per barel.

Sehari sebelumnya pada Kamis (10/9), kedua jenis minyak mentah itu sempat meroket melebihi 6 persen. Secara kumulatif mingguan, Brent dan WTI tercatat melonjak mendekati 13 persen, mencetak laju kenaikan tertinggi sejak 17 Juli lalu.

(hjn/mik)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK