Pembatasan Sulsel, Mobil Boleh Isi BBM Saat Indikator Bensin 1 Bar
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menetapkan aturan baru bagi pemilik kendaraan pribadi yang ingin mengisi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di SPBU. Kendaraan pribadi kini hanya diizinkan membeli BBM subsidi apabila indikator bahan bakar telah menunjukkan 1 bar ke bawah.
Langkah tegas ini diambil untuk mengurai antrean panjang yang mengular di berbagai stasiun pengisian bahan bakar wilayah Sulawesi Selatan, termasuk Kota Makassar.
Kebijakan tersebut tertuang dalam surat edaran Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulsel Nomor 670/2478/DESDM tertanggal 12 September 2026 yang ditujukan kepada Executive General Manager Regional Sulawesi PT Pertamina Patra Niaga.
"Kendaraan pribadi hanya diperbolehkan melakukan pengisian BBM subsidi apabila indikator bahan bakar pada odometer menunjukkan 1 bar ke bawah untuk mencegah panic buying dan pengisian berulang," bunyi surat tersebut.
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menegaskan pihaknya turut menggandeng aparat penegak hukum guna menindak pihak yang memanfaatkan situasi tersebut.
"Kami juga bersama aparat kepolisian untuk menyisir dan mengejar pelanggaran, termasuk distributor ilegal BBM dari subsidi ke industri atau bukan peruntukannya," tegas Andi Sudirman.
Selain pembatasan indikator bahan bakar, Pemprov Sulsel juga menerapkan sistem ganjil genap berdasarkan pelat nomor kendaraan mulai 13 hingga 20 September 2026.
Dalam pelaksanaannya, kendaraan dengan pelat berakhiran ganjil hanya boleh mengisi BBM pada tanggal ganjil, sedangkan pelat genap melayani pengisian pada tanggal genap.
Aturan lain yang disyaratkan dalam edaran tersebut meliputi pengalihan jadwal pengisian BBM untuk kendaraan besar seperti truk dan bus pada malam hari, yakni mulai pukul 21.00 Wita hingga 06.00 Wita. Langkah ini disiapkan untuk menghindari penumpukan kendaraan besar yang sering memicu kemacetan pada jam operasional siang hari.
Andi juga meminta Pertamina memaksimalkan operasional di lapangan, mulai dari penyiapan petugas di setiap nozel hingga menambah fasilitas pengisian BBM lewat modular SPBU.
"Kita berharap Pertamina dapat melakukan langkah-langkah cepat termasuk distribusi BBM untuk amankan stok, menambah kuota BBM untuk Sulsel, sidak operasional nozel SPBU dan pengetatan lainnya. Kita siap backup bersama TNI, Polri dan Satpol serta dishub kabupaten/kota," imbuh Andi Sudirman.
(hjn/fea)