BYD Recall 32 Ribu Unit di Australia, Potensi Ban Serep Copot

CNN Indonesia
Jumat, 25 Sep 2026 09:08 WIB
Pikap hybrid BYD Shark 6 yang dijual di Australia. (BYD Australia)
Jakarta, CNN Indonesia --

BYD melakukan penarikan kembali (recall) untuk seluruh unit pikap Shark 6 yang telah terjual di Australia. Langkah ini diambil setelah ditemukan adanya potensi bahaya ban serep terlepas saat kendaraan sedang melaju.

Dikutip Carscoops pada Minggu (20/9) total unit yang terdampak mencapai 32.009 unit, mencakup seluruh varian Shark 6 yang dipasarkan di Australia, yakni Premium, Performance, dan Dynamic.

Masalah utama bersumber dari kabel penyangga ban serep yang berisiko mengalami keausan tidak wajar. Beberapa faktor pemicunya antara lain pemasangan ban serep yang kurang tepat, posisi dudukan yang tidak pas, hingga kekencangan baut yang tidak sesuai standar.

Gesekan yang terjadi secara terus-menerus saat mobil berjalan dapat menyebabkan kabel penahan putus dan membuat ban serep terlepas ke jalan.

BYD mengimbau para pemilik melepas ban serep dari dudukannya guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan di jalan raya.

Proses perbaikan akan dilakukan secara gratis dengan mengganti komponen dudukan ban serep. Pengerjaan teknis diperkirakan memakan waktu sekitar 30 menit, meski pemilik kemungkinan perlu meninggalkan kendaraan mereka tergantung pada antrean bengkel.

Pihak BYD saat ini mulai menghubungi para pemilik kendaraan melalui email dan aplikasi resmi. Konsumen juga dapat memeriksa status kendaraan mereka secara mandiri melalui situs resmi informasi recall BYD.

Kasus ini menjadi salah satu penarikan kembali kendaraan terbesar bagi BYD di Australia. Sebelumnya pada 2022, BYD juga sempat menghentikan sementara penjualan model Atto 3 di negara tersebut akibat masalah ketidaksesuaian aturan standar keselamatan pada jangkar kursi anak (child seat anchor).

(hjn/fea)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK