Donald Trump Pangkas Standar Efisiensi BBM, Balik Arah Mobil Listrik
Kementerian Transportasi Amerika Serikat (AS) akan memfinalisasi standar efisiensi bahan bakar minyak (BBM) kendaraan yang jauh lebih rendah hingga 2031 pada Senin (28/9) waktu setempat. Langkah ini membalik dorongan pemerintahan Joe Biden yang menyeting pabrikan agar memproduksi lebih banyak mobil listrik.
Rencana itu disampaikan Reuters berdasarkan informasi dari sejumlah pejabat AS. Presiden Donald Trump mengatakan telah menyetujui standar efisiensi BBM baru untuk mobil dan truk, yang menurutnya akan menurunkan harga kendaraan baru.
"Kemenangan besar bagi pekerja otomotif Amerika akan datang Senin," kata Menteri Transportasi AS Sean Duffy, dikutip Reuters, Sabtu (26/9).
Lihat Juga : |
Menurut estimasi Kementerian Transportasi sendiri, standar baru itu akan memangkas biaya kendaraan baru, tetapi menambah konsumsi BBM dan emisi karbon dioksida (CO2) selama puluhan tahun.
Langkah Trump muncul saat pengemudi AS menghadapi harga BBM yang naik tajam sejak perang AS-Israel dengan Iran dimulai pada akhir Februari.
Pada Desember lalu, pemerintahan Trump mengusulkan revisi turun standar efisiensi BBM model 2022 secara retroaktif, lalu menaikkannya 0,25 sampai 0,5 persen per tahun hingga 2031.
Kementerian mengusulkan rata-rata konsumsi BBM 34,5 mil per galon (14,7 km per liter) pada 2031, turun dari 50,4 mil per galon (21,4 km per liter) di era Biden.
Usulan itu diperkirakan memangkas rata-rata harga kendaraan baru sebesar US$930 atau sekitar Rp16,7 juta (kurs Rp17.917) per unit.
Namun, kementerian memperkirakan usulan tersebut menambah konsumsi BBM sekitar 100 miliar galon atau sekitar 378,5 miliar liter hingga 2050. Belanja BBM juga bertambah US$185 miliar (Rp3.314,6 triliun), sementara emisi CO2 naik sekitar 5 persen.
Era Biden
Di bawah Presiden Joe Biden dari Partai Demokrat, pemerintah AS mendorong pabrikan memproduksi lebih banyak mobil listrik untuk memenuhi standar efisiensi BBM yang terus naik.
Biden menaikkan efisiensi BBM wajib untuk mobil sebesar 8 persen per tahun pada model 2024 dan 2025, 10 persen pada model 2026, serta 2 persen per tahun pada 2027 sampai 2031.
Kebijakan Biden berfokus mengurangi emisi gas rumah kaca dan penggunaan bahan bakar fosil, mempercepat transisi ke energi bersih, serta menjadikan AS pemimpin global dalam teknologi dan manufaktur energi bersih.
Reuters menilai langkah Trump akan memudahkan pabrikan menjual kendaraan yang kurang efisien kepada konsumen.
"Menurunkan standar akan mempercepat apa yang sudah (Trump) lakukan: menyerahkan masa depan teknologi bersih kepada China dan memaksa warga Amerika membayar lebih mahal di pom bensin," ujar Pete Buttigieg, yang memimpin Kementerian Transportasi AS di era Biden.
(fea)