Penjualan Motor September 2026 Naik, Tembus 5 Juta Unit

CNN Indonesia
Senin, 12 Okt 2026 10:25 WIB
Penjualan sepeda motor Indonesia mengalami kenaikan pada September 2026. Hasil itu membuat akumulasi pasar pada sembilan bulan tahun ini mencapai lebih dari 5 juta unit.  CNN Indonesia/Adi Ibrahim
Jakarta, CNN Indonesia --

Penjualan sepeda motor Indonesia mengalami kenaikan pada September 2026. Hasil itu membuat akumulasi pasar pada sembilan bulan tahun ini mencapai lebih dari 5 juta unit.

Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mencatat angka distribusi sepeda motor dari pabrik ke dealer atau wholesales pada September mencapai 654.343 unit.

Penjualan itu naik hampir 10 persen dibanding Agustus yang mengoleksi angka distribusi ke dealer 596.461 unit.

Sedangkan angka penjualan dari Januari-September 2026 mencapai 5.016.421 unit.

Hasil tersebut makin mendekati target penjualan roda dua dari lima anggota AISI yaitu Honda, Yamaha, Suzuki, Kawasaki, dan TVS sebanyak 6,4 juta unit hingga 6,7 juta unit.

Sementara itu angka ekspor roda dua dari Indonesia pada September juga tumbuh menjadi 55.098 unit, sedangkan Agustus 50.254 unit. Kemudian angka ekspor pada sembilan bulan 2026 berjumlah 487.940 unit.

Penjualan naik turun di 2026

Penjualan roda dua selama tahun ini tak melulu naik disetiap bulannya. Produsen mengakui tren pasar belum sepenuhnya stabil, bahkan terkesan naik turun dan itu dianggap lumrah.

Meski demikian,Pelaku industri tetap optimistis terhadap pencapaian serta target penjualan roda dua yang telah ditetapkan AISI.

Manager Public Relations, YRA & Community Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) Rifkie Maulana menilai kondisi tersebut hal wajar yang disebabkan oleh sejumlah faktor.

"Ya mungkin beberapa faktor di luar kondisi, namanya market pasti kan naik turun ya, hal yang wajar. Tapi kita sudah cukup optimistis ya karena memang dari years to years kan terbukti dari angka yang dirilis ada kenaikan," kata Rifkie beberapa waktu lalu.

Menurutnya lagi kondisi pasar yang tak menentu tak hanya terfokus di Jakarta sebagai kota besar, tetap daerah lain.

"Terutama kan yang bisa kita lihat kan enggak hanya di Jakarta, mungkin di area-area seperti mungkin masa panen atau mungkin hal-hal lain yang kadang mempengaruhi daya beli," ujarnya.

(ryh/mik)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK