BYD Bawa Flash Charging ke RI, Isi Baterai 10-70% Cuma 5 Menit

CNN Indonesia
Rabu, 14 Okt 2026 17:01 WIB
Pengecasan ultracepat BYD, Flash Charging, kini tersedia di dealer Danza Indonesia. (CNNIndonesia/Febri Ardani)
Jakarta, CNN Indonesia --

BYD Motor Indonesia memperkenalkan teknologi pengecasan baru, Flash Charging, di dalam negeri pada Senin (12/10), cuma beberapa bulan usai debut di China pada Maret lalu. Teknologi ini juga disertai pengenalan generasi kedua baterai Blade yang pada masa awal dipasang di produk baru Danza.

Flash Charging adalah sistem pengecasan direct current (DC) berdaya tinggi dengan kemampuan hingga 1.500 kW lewat satu konektor. Daya sebesar ini tidak didapat langsung dari PLN.

Arus listrik dari PLN lebih dulu ditampung di semacam powerbank yang disebut BYD sebagai Energy Storage-Charging Integrated System atau sistem penyimpanan dan pengisian energi terintegrasi.

Sistem ini menjalankan dua fungsi sekaligus. Pertama sebagai cadangan energi yang mencegah beban berlebih pada jaringan listrik, kedua sebagai power amplifier yang memenuhi kebutuhan daya tinggi saat pengecasan.

Pada setiap stasiun Flash Charging ada dua konektor untuk mengecas dua mobil listrik bersamaan. Jika cuma satu yang dipakai maka daya maksimalnya 1.500 kW, tetapi bila dua bersamaan kemampuannya masing-masing hanya 1.000 kW.

Pada daya 1.500 kW dan kondisi lingkungan normal, BYD Motor Indonesia mengeklaim pengecasan mobil listrik yang memakai baterai blade generasi kedua cuma 5 menit untuk mengisi daya baterai dari 10 persen ke 70 persen.

Richard Li, Flash Charging Director BYD Asia Pacific Auto Sales Division, mengatakan kemampuan itu merevolusi pengalaman mengecas mobil listrik. Dia menyebut mengecas mobil listrik kini sudah serupa mobil ICE mengisi bensin, tak sampai menghabiskan kopi atau cuma selama mendengarkan satu-dua lagu.

"Kita memasuki ke era baru, di mana ngecas bukan lagi permainan menunggu, tapi pengalaman mulus dengan kecepatan tinggi untuk Indonesia," ujar dia.

Sementara Ubaedilah, Head of Aftersales BYD Motor Indonesia, memaparkan pengisian dari 10 persen sampai 97 persen pada suhu ruang hanya butuh 9 menit.

"Tidak hanya itu untuk pengisian dari 10 sampai full hanya butuh waktu 9 menit saja. Ini adalah pengisian daya tercepat saat ini untuk kendaraan produksi massal, sebagai pencapaian yang belum pernah ada sebelumnya," kata Ubaedilah.

Flash Charging saat ini sudah dipasang di dealer Danza Bipo Gatot Subroto di Jakarta, rencananya alat ini bakal dipasang di 10 dealer Danza yang ada di Indonesia dan akan bertambah tahun depan.

Baterai generasi kedua

Kemampuan maksimal Flash Charging membutuhkan Blade Battery 2nd Generation sebagai pasangannya. Flash Charging bisa dipakai untuk mengisi baterai Blade generasi pertama, namun tidak dapat mencapai kecepatan maksimal.

Baterai generasi kedua ini sudah dipasang di Danza New D9 dan Z9GT, keduanya sudah meluncur di Indonesia mulai hari ini, Rabu (14/10). Setelah itu baterai ini juga disebut akan dipasang di produk mobil listrik BYD, namun informasi ini belum dibuka sepenuhnya.

BYD memperbarui baterai blade lewat sistem transportasi ion bernama FlashPass yang bekerja pada tiga bagian, yaitu katoda, elektrolit, dan anoda. Tujuannya mempercepat perpindahan ion litium sekaligus mengurangi hambatan internal dan panas yang dihasilkan.

Partikel grafit pada anoda juga disusun teratur tegak lurus terhadap bidang elektroda agar ion litium lebih lancar masuk. Selain itu lapisan solid electrolyte interphase (SEI) dibuat tipis namun kuat untuk menjaga konduktivitas ionik sekaligus stabilitas kimia.

"Hasilnya kerapatan energi Blade 2.0 meningkat 5 persen dibanding generasi pertama," ucap Ubaedilah.

Dalam lembar faktanya, BYD menyebut peningkatan kepadatan energi itu lebih dari 5 persen.

Richard menambahkan ketahanan baterai generasi kedua terhadap degradasi meningkat 2,5 persen dibanding generasi pertama. Dia juga mengatakan keamanan baterai menjadi perhatian utama saat merancangnya.

Menurut BYD, baterai ini telah melalui validasi keselamatan yang melampaui standar nasional terbaru China, termasuk tiga pengujian dalam kondisi ekstrem. Baterai ini juga disebut memenuhi standar IEC yang relevan dan sudah tersertifikasi.

Pada uji Flash Charging yang dilakukan bersamaan dengan nail penetration atau penusukan paku, baterai tidak mengalami thermal runaway, asap, maupun kebakaran. Hasil yang sama tetap didapat setelah 500 siklus Flash Charging.

Baterai juga diuji forced short-circuit atau korsleting paksa pada empat sel sekaligus tanpa mengalami thermal runaway, kebakaran, maupun ledakan. Battery pack-nya pun lolos uji benturan bagian bawah dengan energi hingga 10 kali lipat dari yang disyaratkan standar pengujian China.

BYD Motor Indonesia menyebut mengecas memakai daya besar Flash Charging tidak merusak baterai seperti dipersepsikan banyak orang.

(fea)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK