Jarak Pandang 5 Meter Akibat Asap Karhutla, Pengendara Diimbau Pelan

CNN Indonesia
Jumat, 23 Okt 2026 09:00 WIB
Ilustrasi. Satlantas Polres Kotim mengimbau pengemudi menyesuaikan kecepatan, memperkirakan jarak pandang, dan memastikan kondisi tubuh sehat saat kabut asap. (CNN Indonesia/Hanif Khairandi)
Jakarta, CNN Indonesia --

Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, meminta masyarakat lebih waspada saat berkendara di tengah kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Asap yang kian pekat membuat jarak pandang pengendara terbatas.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kotim pada pukul 07.00 WIB, Kamis (22/10), jarak pandang di Sampit dilaporkan hanya sekitar lima meter. Kecepatan angin tercatat nol kilometer per jam.

Kepala Satlantas Polres Kotim AKP Heriyanto meminta pengemudi menurunkan kecepatan dalam kondisi tersebut.

"Dalam kondisi berkabut seperti sekarang, kecepatan sebaiknya tidak melebihi 40 kilometer per jam atau disesuaikan dengan kemampuan pengemudi mengendalikan kendaraan apabila ada sesuatu di depan," kata Heriyanto di Sampit, dikutip Antara, Kamis (22/10).

Imbauan itu disampaikan setelah sebuah minibus menabrak pembatas Bundaran 0 Kilometer di Kota Sampit sekitar pukul 04.00 WIB, Kamis. Kecelakaan tunggal itu diduga terjadi karena jarak pandang pengemudi terganggu kabut asap tebal.

Minibus menghantam pembatas bundaran hingga naik ke area taman. Bagian depan kendaraan rusak cukup parah, sedangkan pengemudi dilaporkan dilarikan ke rumah sakit.

Petugas Satlantas Polres Kotim telah menangani kejadian tersebut dan mengevakuasi kendaraan menggunakan mobil derek. Polisi masih mendalami penyebab pasti kecelakaan.

"Ini menjadi pengalaman bagi kita bersama. Kami tidak henti-hentinya mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat berkendara, sehingga tidak membahayakan diri sendiri maupun orang lain," ujarnya.

Cara aman berkendara

Heriyanto mengatakan kondisi cuaca berkabut menuntut pengemudi lebih cermat memperhitungkan kecepatan dan jarak pandang. Pengendara diminta tidak memacu kendaraan apabila kondisi jalan di depan tidak terlihat jelas.

Menurutnya, pengemudi perlu memperkirakan jarak pandang dan menyesuaikan cara berkendara. Dengan begitu, pengemudi tetap memiliki waktu yang cukup untuk bereaksi ketika menghadapi situasi tak terduga.

Kewaspadaan juga diperlukan dengan memastikan kondisi tubuh sehat serta pikiran tetap tenang sebelum melakukan perjalanan. Pengemudi diminta tidak memaksakan diri berkendara jika merasa tidak siap menghadapi kondisi jalan yang berisiko.

Kabut asap masih menyelimuti wilayah Sampit hingga Kamis pagi.

"Kita harus benar-benar mengendalikan diri saat berkendara. Ingat, ada keluarga yang menunggu di rumah. Karena itu, keselamatan harus menjadi prioritas agar perjalanan tidak berakhir dengan kecelakaan," tutur Heriyanto.

(fea)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK