Bos Besar Chery Minta Maaf Masalah As Roda Omoda 5 Copot
Chairman Chery Holding Group Yin Tongyue meminta maaf secara terbuka atas masalah kualitas produk Chery di Malaysia. Permintaan maaf itu muncul setelah insiden as roda belakang Chery Omoda 5 yang copot di Johor Bahru berujung recall 8.878 unit.
Yin menyampaikan pengakuan tersebut dalam World Intelligent Connected Vehicles Conference, Rabu (21/10). Ia mengaku sudah menemui langsung menteri perindustrian Malaysia pada hari yang sama.
"Belakangan ini produk kami di Malaysia juga mengalami sejumlah masalah kualitas. Karena itu, hari ini saya menemui menteri perindustrian Malaysia dan juga sudah meminta maaf kepadanya. Kami segera bertanggung jawab kepada pengguna," kata Yin dalam video yang diunggah Caijing di Sohu, Kamis (22/10).
Dalam kesempatan yang sama, Yin mengingatkan ekspansi Chery ke luar negeri tidak boleh dilakukan secara serampangan.
"Kami ke luar negeri bukan untuk memanen, melainkan untuk menggarap secara mendalam. Harus menghormati hukum, peraturan, dan aturan bisnis setempat. Ke luar negeri harus rendah hati dan tidak menonjolkan diri. Jangan sampai di luar negeri jadi tukang bual," ujar Yin.
Ia juga menyebut ekspansi tanpa persiapan matang gampang berubah dari chuhai menjadi tianhai. Dalam bahasa Mandarin, chuhai berarti melaut, istilah yang lazim dipakai untuk ekspansi ke luar negeri, sedangkan tianhai berarti menimbun laut.
Recall 8.878 Unit Omoda 5 di Malaysia
Insiden as roda copot di Johor Bahru membuat Jabatan Pengangkutan Jalan (JPJ) Malaysia menangguhkan sementara sertifikasi tipe kendaraan (VTA) Omoda 5, Minggu (11/10). Registrasi baru model ini dihentikan sampai investigasi teknis rampung.
JPJ juga mengaudit lini produksi dan perakitan Omoda 5 serta pemasok komponen as roda, termasuk prosedur inspeksi sambungan las.
Chery Auto Malaysia kemudian mengumumkan recall Omoda 5 varian C dan H. Pada Rabu (14/10), perusahaan merinci recall mencakup 8.878 unit, dengan pemeriksaan dan penggantian komponen tanpa biaya di bengkel resmi Chery. Dalam dua pernyataan resminya, Chery Auto Malaysia juga meminta maaf kepada konsumen.
Ini bukan kali pertama. Pada 2024, Chery menarik 600 unit Omoda 5 di Malaysia karena masalah serupa. Saat itu akar masalahnya disebut berasal dari kalibrasi alat las yang meleset, dengan 60 unit produksi 15 Agustus 2023 teridentifikasi memakai komponen bermasalah.
Omoda 5 di Malaysia sudah digantikan Chery O5 sejak September 2025. Model pengganti ini memakai suspensi belakang multi-link, bukan torsion beam seperti Omoda 5.
Kondisi Omoda 5 di Indonesia
Omoda 5 juga dipasarkan di Indonesia oleh Chery Sales Indonesia (CSI). Unit untuk pasar Tanah Air dirakit di fasilitas mitra Chery, Handal Indonesia Motor, berbeda dengan unit Malaysia yang dirakit Inokom di Kedah. Versi penyegarannya berganti nama menjadi Chery C5 sejak Juni 2025 dan memakai suspensi belakang multi-link.
CSI menyatakan belum akan melakukan recall dan masih menunggu hasil investigasi Chery global.
"Hingga saat ini, kami belum menerima laporan insiden serupa di Indonesia," tulis CSI dalam keterangannya, Selasa (13/10).
Meski begitu, CSI mempersilakan konsumen yang ingin memeriksakan kendaraannya untuk menghubungi Customer Care atau mendatangi bengkel resmi, walaupun pemeriksaan itu bukan bagian dari program recall. Omoda 5 di Indonesia sebelumnya pernah menjalani recall yang melibatkan 420 unit.
(fea/fea)