Kemenperin Singgung Penguatan Industri Komponen EV di Indonesia
Direktur Jenderal ILMATE, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Setia Diarta menyatakan permintaan kendaraan listrik berbasis baterai di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Bahkan per 2026, populasi kendaraan listrik baik roda dua, tiga dan empat, maupun komersial telah mencapai lebih dari 500 ribu unit.
Hal tersebut disampaikan Setia dalam pembukaan Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2026 yang digelar Kamis, 29 Oktober hingga 1 November 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta.
Setia menyebut pencapaian tersebut sebagai sesuatu yang menggembirakan untuk iklim otomotif nasional.
"Berdasarkan data yang kami peroleh, hingga Agustus 2026 populasi kendaraan listrik di Indonesia sudah mencapai 541.000, baik itu kendaraan roda dua, roda tiga, kendaraan roda empat, kendaraan komersial, maupun kendaraan khusus lainnya," kata Setia.
Dari sisi pasar untuk kendaraan roda empat, ia mengatakan pangsa pasar mobil listrik meningkat yang tadinya hanya 0,99 persen pada 2022, menjadi 16,88 persen pada Agustus 2026.
"Ini perjuangan yang sangat berarti bagi kami dan seluruh stakeholder terkait, karena angka ini benar-benar menjadi game changer. Bisa lihat bagaimana kendaraan ICE itu pangsa pasarnya mulai tergantikan dengan kendaraan-kendaraan yang beremisi lebih rendah dan ramah lingkungan, khususnya yang berbasis baterai," ucap dia.
Setia menjelaskan, pencapaian tersebut sekaligus menunjukkan bila adopsi kendaraan elektrifikasi di Indonesia terus berkembang.
"Namun, seperti tadi disampaikan peningkatan pasar tidak... perlu kita harus ikuti oleh peningkatan kapasitas industri nasional, pendalaman struktur manufaktur, serta penguatan penggunaan komponen yang diproduksi di dalam negeri, sehingga tidak lagi hanya menjadi pasar, tapi kita juga ikut serta dalam bermain di pasar kendaraan listrik ini," katanya.
Mengutip data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil listrik tahun ini pada Januari-September 2026 tumbuh 113,7 persen menjadi 117.218 unit dari Januari-September 2025.
(ryh,hjn/mik)