Pabrik Baterai EV Ketiga di RI Segera Diresmikan Prabowo
Presiden Prabowo Subianto akan meresmikan pabrik baterai kendaraan listrik (EV) ketiga yang beroperasi di Indonesia. Fasilitas itu dikelola PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB), perusahaan patungan Indonesia Battery Corporation (IBC) dan CBL, anak usaha Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL) asal China.
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan persiapan peresmian sudah dilaporkan kepada Presiden.
"Dalam waktu dekat akan diresmikan karena pabriknya sudah mulai produksi," kata Bahlil usai rapat terbatas di Istana Negara, Kamis (29/10), dikutip CNBC Indonesia.
Total investasi pengembangan pabrik hingga kapasitas 15 gigawatt hour (GWh) diperkirakan sekitar US$1,2 miliar atau setara Rp21,76 triliun (kurs Rp18.136). Kapasitas itu setara dengan daya untuk sekitar 250.000 kendaraan listrik.
Sudah beroperasi
Pabrik di Karawang, Jawa Barat, itu sudah beroperasi sejak Juli 2026. Direktur Utama IBC Aditya Farhan Arif menyebut produknya sebagian untuk kendaraan listrik dan sebagian lagi untuk sistem penyimpanan energi baterai atau Battery Energy Storage System (BESS), dalam sosialisasi MediaMind 2026 di Energy Building, Jakarta, Senin (14/9).
Tahap pertama pabrik sudah dibangun dengan kapasitas 6,9 GWh dan direncanakan diekspansi hingga setidaknya 15 GWh. Peletakan batu pertama (groundbreaking) dilakukan Prabowo pada 29 Juni 2025.
Aditya menjelaskan area pembentukan sel baterai di pabrik itu membentang 1 kilometer, dengan fasilitas pengemasan di sebelahnya. "Jadi yang panjang ini adalah cell, panjangnya 1 km dari ujung sampai ke ujung," ujarnya.
Untuk menunjang operasional, IBC juga mengirim 600 pegawai mengikuti pelatihan di China. Sebagai komitmen terhadap aspek lingkungan, IBC berencana memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 18 MW peak pada 2027.
Lihat Juga : |
Ekosistem terintegrasi
Bahlil mengatakan dengan beroperasinya CATIB, Indonesia kini memiliki tiga pabrik baterai kendaraan listrik. Dua lainnya adalah PT Hyundai LG Indonesia (HLI) Green Power di Karawang dan REPT Battero Indonesia di Kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah, Maluku Utara. HLI Green Power sendiri beroperasi dan diresmikan pada Juli 2024.
Di luar Karawang, IBC bersama CATL juga mengembangkan proyek material baterai di Halmahera dengan nilai investasi US$600 juta atau setara Rp10,88 triliun.
Menurut Bahlil, kehadiran pabrik baru ini membuat ekosistem produksi baterai EV semakin terintegrasi, mulai dari pertambangan, smelter, HPAL, produksi prekursor, katoda, hingga battery cell.
"Mungkin tidak banyak negara yang memiliki ini. Nah, ini bagian daripada ikhtiar untuk melakukan hilirisasi, ya," kata Bahlil.
(fea)