Pertama, Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie menegaskan tidak ada satupun pandangan umum dalam Rapimnas yang menghendaki Golkar keluar dari Koalisi Merah Putih. Kader partai beranggapan KMP tumbuh menjadi sebuah koalisi yang terhormat.
"Presidium KMP akan melakukan pembentukan struktur dari pusat hingga daerah," kata Ical, sapaan Aburizal, dalam rilis yang diterima CNN Indononesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketiga, Golkar akan melakukan uji materi atas Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pilkada. Perppu tersebut membatalkan UU Pilkada yang mengatur pilkada oleh DPRD, dan dengan demikian mengembalikan kewenangan memilih kepala daerah ke tangan rakyat.
Keempat, Golkar menyesalkan kenaikan harga bahan bakar minyak yang dilakukan pemerintahan Jokowi. Golkar memandang pemerintah mengambil jalan pintas dan tidak sensitif atas beban hidup masyarakat.
Kelima, berdasarkan hasil rapat pleno Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar 14 November 2014, Munas akan dilakukan Januari 2015. Namun jika Rapimnas ini menghendaki Munas dipercepat, maka DPP akan mengikuti keputusan tersebut. "Rapimnas sifatnya lebih tinggi dari pleno dan satu tingkat di bawah Munas," ujar Ical.
Keenam, Ical berterima kasih kepada Dewan Pimpinan Daerah I Golkar yang telah memberikan kepercayaan kepada dia untuk memimpin partai beringin selama ini.
Ketujuh, Rapimnas memirntahkan pembentukan Badan Pengkajian Ideologi dan Kebijakan Publik untuk mengkaji Undang-Undang yang bertentangan dengan ideologi dan nilai-nilai Pancasila.