Jelang tahap itu, Ketua Panitia Penyelenggaraan Munas, Yorrys Raweyai, menjelaskan perbedaan cara pemilihan antara munas versinya dan versi kubu Aburizal Bakrie (Ical). "Pemilihan ketua umum ini dipastikan terbuka dan transparan," katanya.
Yorrys memaparkan, masing-masing bakal calon ketum akan diberikan waktu selama lima belas menit untuk menyampaikan visi-misi mereka. Setelahnya, peserta munas akan masuk ke bilik untuk memberikan suara mereka. (Baca juga: Adu Cepat Penyerahan Kepengurusan Golkar)
Saat ditanya siapa calon ketum terkuat, petinggi Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) ini enggan menyebut satu nama. Baginya, tujuan penting yang harus dicapai munas ini adalah menyelamatkan partai pemenang pemilu 2004 ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Yorrys sudah ada sekitar 290 peserta munas yang memiliki hak suara. Jumlah ini belum memenuhi persyaratan yang diatur AD/ART Golkar. Yorrys beralasan, banyak peserta yang surat mandatnya masih terkendala.
Serupa dengan rencana kubu Ical, kepengurusan baru yang akan terbentuk di munas versi tim penyelamat akan didaftarkan ke Kementerian Hukum dan HAM, Senin (8/12) besok. Yorrys berharap pemilihan ini dapat diselesaikan malam ini.