"Sekarang ini kalau misalnya KMP secara keseluruhan tahu partai tertentu berusaha sedemikian rupa untuk menggalang kekuatan menolak perppu, itu berbuat kesalahan sendiri. Itu seperti menggali kuburan sendiri," kata Effendi menjawab pertanyaan dari CNN Indonesia di kawasan Senayan, Jakarta, Selasa sore (9/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jadi, lanjut dia, salah satu kelemahan Munas IX Partai Golkar di Bali adalah tidak hanya bercerita soal memilih ketua umum tapi juga mengeluarkan rekomendasi yang berlawanan dengan keinginan rakyat. “Itu menimbulkan antipati," ucap Effendi mengambil contoh situasi yang sama pada Partai Golongan Karya (Golkar).
Effendi juga menyampaikan bahwa tidak ada jaminan pilkada langsung akan bebas dari politik uang. Maka dari itu, dirinya mengeluarkan gagasan, bahwa di masa depan cuma dua pemilu. Pertama, pemilu nasional serentak yaitu pemilihan presiden, DPR, DPD, dan kedua pemilu daerah serentak yakni kepala daerah, DPRD I, DPRD II.
“Itu baru menjawab politik uang dan lain-lain. Perppu sudah tidak bisa dipersoalkan. Itu Anda tinggal menerima Perppunya SBY, atau diperbaiki," ujarnya.
Perppu Pilkada akan mulai dibahas di DPR pada Januari 2015, usai reses panjang akhir tahun para wakil rakyat.