Menurut wakil ketua juru runding kubu Ical, MS Hidayat pertemuan petang nanti hanya untuk mencari persamaan-persamaan diantara dua kubu terlebih dahulu. "Ini kan baru pembicaraan awal, kemungkinan masih akan menjajaki common interestnya saja terlebih dahulu," tutur Hidayat saat dihubungi oleh CNN Indonesia, Selasa (23/12).
Namun meski pertemuan didahului dengan mencari persamaan, kata Hidayat, kubu Ical mengatakan ada beberapa opsi yang akan disodorkan dalam perbicangan dengan kubu Agung.
Pertama, opsi soal pengakuan terhadap kepengurusan Munas Riau sesuai pernyataan pemerintah yang disebutkan Menteri Hukum dan HAM, Yassona Laoly. "Pemerintah kan belum akui dua kepengurusan ini. Kemudian diserahkan ke kepengurusan munas riau. Itu kan statement pemerintah. Itu mau disepakati dulu atau enggak. Apa diabaikan saja?," katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar hasil Munas Jakarta Agung Laksono juga mengatakan pertemuan ini untuk mencari persamaan-persamaan dari dua kubu yang berseteru. Seperti persamaan ingin menang dalam pemilu, menegakkan Republik Indonesia, dan menjunjung tinggi Pancasila.
Ketiga, menolak melakukan Pilpres melalui MPR. Keempat, merubah slogan Golkar menjadi 'Suara Rakyat Suara Golkar'. Kelima, mendukung Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang tentang Pemilihan Kepala Daerah.
"Poin-poin tersebut kan masih bisa dinegosiasikan. Nanti hasilnya diserahkan ke sidang," katanya tegas.