Menatap agenda politik 2015 mendatang, segala kemungkinan memang bisa terjadi dalam hitungan kilat. Namun, melihat pola langkah aktor politik belakangan, tahun depan sepertinya masih akan didominasi muka-muka lama pada pucuk pimpinan partai. Bahkan mungkin nyaris tidak ada tokoh baru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ketokohan, integritas, kompetensi, dan magnetik Pak SBY itu belum ada duanya di Partai Demokrat. Jangankan level Partai Demokrat, di nasional saja SBY terkuat," ujar Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Ramadhan Pohan baru-baru ini.
Begitu pun Hanura yang 99 persen, di klaim Wiranto, akan kembali membawanya menjadi ketua umum atas dorongan kader akar rumputnya.
Pun begitu di dua partai besar yang disebut sebagai pemenang pemilu 2014, yakni PDI Perjuangan dan Partai Gerindra. Megawati seakan tidak terbantahkan untuk kembali menjadi orang nomor satu di partai banteng moncong putih. Prabowo, senada, sepertinya akan memimpin lagi Gerindra karena belum ada kader yang mampu menyaingi ketokohannya.
"Pak Prabowo akan menjadi ketua umum sekaligus ketua dewan pembina. Beliau masih fit, saya kira tidak akan kesulitan," kata Fadli Zon, Wakil Ketua Umum partai berlambang kepala garuda itu.
Jika sebelumnya Partai Golkar telah memilih Aburizal Bakrie dan Agung Laksono sebagai ketua umum dari dua kubu yang tengah berseteru, keduanya pun muka lama di percaturan politik Tanah Air. NasDem dan PKB yang baru akan melakukan kongres atau munasnya pada 2016 dan 2017 mendatang, juga yang sangat dimungkinkan kembali memilih Muhaiman dan Surya Paloh sebagai ketua umum.
Praktis, ke depannya, masyarakat akan disuguhi kembali aktor-aktor lama meski tidak adanya regenerasi kerap dibantah kalangan partai.