Andi menjelaskan, masih ada beberapa pertemuan yang harus dilakukan oleh Jokowi. "Jadi sekarang Presiden didampingi Wakil Presiden sedang break makan malam. Nanti setelah itu pertemuan lagi," ujar Andi kepada media di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (15/1) malam.
Oleh karena itu, Jokowi menginstruksikan Andi dan menteri serta institusi kepresidenan lainnya untuk tetap di kantor masing-masing. "Kalau saja tiba-tiba setelah pertemuan nanti malam ada keputusan yang harus ditindaklanjuti," kata Andi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika pertemuan Jokowi dan JK yang digelar di ruang kantor Presiden yang terletak di dalam Istana Merdeka itu benar-benar membuahkan keputusan atau opsi terakhir, maka Presiden akan langsung menjelaskan kepada publik mengenai proses yang dilaluinya dalam mengambil keputusan sekaligus opsi yang diambil.
"Karena ini menyangkut beragam institusi negara, mulai dari institusi kepresidenan, DPR, kepolisian, dan juga KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Jadi Presiden mengambil langkah yang hati-hati agar masukan dari banyak pihak sebelum mengambil opsi yang tepat," ujar Andi memaparkan.
Andi juga meyakinkan bahwa Presiden mendengarkan apa yang telah disampaikan publik dalam berbagai aksi penolakan terhadap penunjukan Budi sebagai pengganti Jenderal Sutarman. "Ya itu yang dijadikan salah satu dasar pertimbangan. Seperti tadi yang dipesankan Presiden pada relawan-relawan yang selama ini bersama Presiden selama kampanye," kata Andi.
Andi menuturkan, Jokowi memahami kegalauan yang dirasakan relawan dan masyarakat, serta meminta untuk menunggu keputusan Sang Presiden. "Karena ini proses politik dan hukum yang konsekuensinya besar bagi negara ini," kata dia. (obs)