Menanggapi isu teror tersebut, anggota DPR dari Fraksi Golkar Tantowi Yahya menyatakan khawatir teror itu merupakan bentuk politisasi konflik antara KPK dan Polri. Dia meminta semua pihak menanti langkah Presiden Joko Widodo terkait perseteruan di kedua lembaga penegak hukum itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Presiden kan sesuai beberapa pernyataan di berbagai kesempatan, paling lambat minggu ini sudah mengambil keputusan. Jadi kita tunggu saja," ujar Wakil Ketua Komisi I DPR itu.
"Menurut kami, stadium ancaman sangat eskalatif karena bisa menyangkut nyawa. Ancaman yang serius itu bukan hanya menimpa staf dan karyawan, tapi sudah melebar ke keluarga," ujar Bambang di Kantor KPK, Jakarta Rabu malam (11/2).
KPK pun telah menyampaikan soal teror tersebut kepada Presiden Joko Widodo. Jokowi, menurut Bambang, berjanji bakal mengambil langkah lebih tegas untuk meminimalisasi ketegangan yang merundung lembaga antikorupsi itu.
KPK juga sudah menjalin komunikasi dengan kepolisian untuk menurunkan tensi di antara kedua lembaga penegak hukum. Kepada Komisioner KPK Zulkarnain dan Adnan Pandu Praja, Wakapolri Komjen Badrodin Haiti memastikan bakal turut meredakan ketegangan antara kedua lembaga. (pit/agk)