Dave heran melihat Sekretariat Golkar dipenuhi pasukan pengamanan dan awak media. Tak kurang dari 20 petugas pengamanan dalam DPR dan polisi yang berjaga mulai lobi hingga lorong-lorong Fraksi Golkar. Wajah tegang tampak di sana-sini. Polisi dan pamdal memegang alat komunikasi masing-masing. Suasana seperti hendak berperang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Cara ketua fraksi yang lama (Ade Komarudin) ini menjelekkan (pengurus Agung). Seharusnya tidak seperti ini. Saya kan jadi susah menerima tamu. Mau kerja dan keluar-masuk ruangan juga sulit. Ini tak pantas,” kata Dave, jengkel.
Pengamanan superketat di Sekretariat Fraksi Golkar. Sebanyak 20-an pamdal dan polisi berjaga di lobi dan lorong-lorong Fraksi Golkar. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Namun hingga saat ini Agus belum terlihat hadir di ruang fraksi. Dave belum tahu apakah rapat fraksi yang direncanakan Agus akan tetap berlangsung atau batal karena pengamanan berlebihan itu.
“Kami bisa rapat di tempat lain. Tapi kami akan tetap meminta memakai ruangan fraksi karena itu hak fraksi yang sebenarnya,” kata Dave yang duduk di Komisi I DPR RI.
Baca ketegangan internal Golkar ini selengkapnya di FOKUS: Dua Golkar Berebut Lantai 12
Pukul 14.00 WIB tadi sesungguhnya merupakan batas waktu yang diberikan kubu Agung kepada pimpinan Fraksi Golkar kubu Ical, Ade Komarudin dan Bambang Soesatyo, untuk angkat kaki dari Sekretariat Fraksi. Namun Ade dan Bambang bergeming. Mereka tak mau tunduk kepada Agung. (agk)
Pengamanan superketat di Sekretariat Fraksi Golkar. Sebanyak 20-an pamdal dan polisi berjaga di lobi dan lorong-lorong Fraksi Golkar. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)