Menurut Nico, DPR sebagai lembaga tinggi harus menghormati keputusan yang sudah menjadi bagian dari tata pemerintahan. "Masalah ini akan selesai jika legalitas bisa dijalankan DPR sebagai lembaga tinggi. Mereka harus menghormati putusan tersebut," kata Nico saat ditemui di Jakarta, Jumat (28/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya, Nico enggan memberitahukan siapa oknum pimpinan yang dia maksud tersebut.
"DPR sebagai lembaga tinggi harus hormati keputusan yang sudah menjadi bagian tata pemerintahan," ujarnya.
Sebelumnya surat pergantian susunan kepengurusan Fraksi Partai Golkar di DPR yang diserahkan pada pimpinan DPR tidak dibacakan saat rapat paripurna digelar Senin lalu. Pimpinan saat itu beralasan surat tersebut harus dibahas terlebih dahulu di rapat Badan Musyawarah DPR sebelum akhirnya diambil keputusan di rapat paripurna.
Bahkan, Ketua DPR dari Fraksi Partai Golkar, Setya Novanto pun enggan membahas soal dualisme partai yang membesarkan namanya tersebut. Dia seakan menghindar dari kejaran awak media agar tidak perlu menanggapi dualisme tersebut. (obs)