Seperti rekannya yang gagal merebut Sekretariat Fraksi Golkar pada Jumat (27/3), Agus Gumiwang Kartasmita, Yorrys pun terhenti di lobi Fraksi Golkar. Ia tak bisa memasuki ruangan pimpinan fraksi karena pintu menuju ruangan itu dikunci oleh kata sandi (password) dan dijaga belasan petugas keamanan, termasuk polisi berseragam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun ketika konferensi pers sedang berjalan, Yorrys dan para loyalis Agung datang dan mencoba masuk ke Sekretariat Fraksi Golkar. Mereka bisa keluar dari ruang rapat Fraksi Golkar, namun tak bisa keluar menuju lobi karena pintu ke lobi dikunci.
Ada dua pintu yang harus dilalui dari ruang rapat ke lobi Fraksi Golkar, dan para wartawan terjebak di antara dua pintu itu. Pintu satu menuju lobi dijaga oleh sekitar 5 petugas keamanan –3 berseragam biru petugas keamanan dalam (pamdal DPR), dan 2 berkemeja batik.
Sementara lorong Fraksi Golkar dari pintu satu menuju pintu dua dijaga oleh tak kurang dari 10 pamdal berkemeja safari. Di lobi Fraksi Golkar pun para polisi berseragam tampak mencoba mencegah Yorrys memasuki Fraksi Golkar.
Di dalam ruang rapat Fraksi Golkar, Bamsoet berkukuh tak mau membukakan pintu untuk Yorrys. “Kami enggak undang mereka (kubu Agung). Jadi kami enggak buka pintu,” kata dia.
Suara Yorrys yang bernada tinggi terdengar di lobi Fraksi Golkar. Ia kesal karena pintu Sekretariat Fraksi Golkar ditutup. Menurutnya, kubu Ical memperlakukan Sekretariat sebagai barang milik pribadi dan hal itu tak bisa dibiarkan. (agk)