Puan Maharani misalnya kerap terlihat menyeka air mata. Dia berulang kali menyeka wajah, mulai mata hingga mulut. Terlebih ketika sang ibunda membacakan pidato politik selama hampir setengah jam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Simak FOKUS: Kongres Partai Penguasa
Ketika itu video sedang memutar gambar Megawati di masa kanak-kanak. Hal itu tampaknya menarik hati Jokowi sehingga ia melontarkan pertanyaan kepada Mega. Saat Mega menjawab, keduanya tertawa terbahak-bahak.
Meski begitu, Jokowi tak selalu rileks. Ada saat di mana sang Presiden terlihat tidak tersenyum, yakni ketika Megawati menyindir pemerintahannya dalam pidato politik dia.
Bukan Presiden
Jokowi dalam Kongres itu tak diundang sebagai Presiden. Sejak jauh hari, Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Ahmad Basarah menyatakan Jokowi diundang sebagai kader partai, bukan dalam statusnya sebagai Presiden Republik Indonesia.
Pernyataan itu bukan bualan. Saat Ketua Panitia Kongres Wayan Koster memberi sambutan, dia menyebut Jokowi dengan sebutan “kader partai" tanpa embel-embel “Presiden Indonesia.” Hal itu bertolak belakang dengan ketika Koster memanggil Jusuf Kalla dengan sebutan “Wakil Presiden.”
Sama seperti kader lain, Jokowi pun mengenakan jaket merah seragam khas PDIP, bukan kemeja putih seperti biasanya.
Untungnya, status Presiden milik Jokowi ‘diselamatkan’ Megawati yang menyebutnya dalam pidato sebagai “Presiden Indonesia.” (agk)