"Saya mau meluruskan pemberitaan. Ini penganiayaan, karena saya tidak melakukan pemukulan," ujar Mulyadi di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (9/4).
Kemudian, ia pun menceritan kronologis kejadian yang menyebabkan adanya luka lebam di bagian tulang pipi kanan, dan di pelipis mata kirinya. Ia menceritakan mulai dari kejadian Mustoffa menunjuk-nunjuk pimpinan Komisi VII, pada saat diingatkan mengenai batas waktu penyampaian saran fraksi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekretaris Fraksi Partai Demokrat Didik Mukrianto menegaskan peristiwa tersebut merupakan masalah pribadi, bukan partai. Didik menyatakan, sejauh ini Partai Demokrat memiliki hubungan yang baik dengan semua partai politik, termasuk fraksi-fraksi di parlemen.
"Kami sangat menyesalkan peristiwa tersebut. Jelas ini merupakan persoalan pribadi yang tidak ada sangkut pautnya dengan fraksi PPP," ujar Didik melalui keterangan media yang diterima CNN Indonesia, Kamis (9/4).
Senada, Anggota Fraksi PPP Arsul Sani mengungkapkan kronologis kejadian yang terjadi pada saat itu berdasarkan dari informasi yang ia kumpulkan. "Yang saya tahu bermula dari Mulyadi mengingatkan Mustofa karena bicara melebihi alokasi waktu. Barangkali yang disampaikan Mustofa hal yang krusial sehingga perlu disampaikan," jelas Arsul.
"Barangkali saling mengingatkan, sehingga terjadi ketersinggungan pribadi," tuturnya. (pit)