Menurut Nurdin, Tommy kembali aktif berkiprah di Golkar karena kesadaran pribadinya. “Itu bentuk keprihatinan dia karena Golkar sedang diobok-obok. Sama sekali bukan perintah Pak Ical. Golkar tetap berjalan di atas norma yang berlaku,” kata Nurdin di Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nurdin juga menyatakan Tommy memang berkewajiban membawa Golkar kembali ke rel Anggaran Dasar/Anggran Rumah Tangga-nya, sebab Tommy merupakan kader dan anak dari salah satu pendiri Golkar, mendiang Presiden Soeharto.
Bulan April ini, Tommy setidaknya mengambil dua langkah politik penting di internal Golkar. Pertama, bertemu Ketua Umum Golkar Munas Ancol Aburizal Bakrie dan petinggi kubunya (Baca: Cerita Akbar Tandjung soal Pertemuan Tommy Soeharto dan Ical). Kedua, mengumpulkan pengurus Dewan Pimpinan Daerah Golkar I tingkat provinsi se-Indonesia di kediamannya. (Baca cerita Elza: Tommy Soeharto Bisa Pimpin Golkar, Sudah Bertemu DPD I)
Elza Syarief, orang kepercayaan Tommy selama 20 tahun terakhir, mengatakan Tommy beberapa kali melontarkan pernyataan serupa di saat senggang. “Dia ingin jika masuk lagi ke Golkar dan diminta memimpin Golkar, itu bukan karena pertimbangan uang yang ia punya, tapi karena Golkar memang butuh dia,” ujar pengacara kondang itu.
Simak Rencana Tommy: Bangun Universitas Soeharto, Pimpin Golkar (agk)